
PELATIH timnas Korea Selatan, Hong Myung Bo, mengakui dirinya menerapkan strategi yang keliru saat Taeguk Warriors kalah 0-1 dari timnas Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, Kamis (25/6) WIB.
Kekalahan itu membuat posisi Korea Selatan berada dalam situasi sulit. Mereka masih harus menunggu hasil dari grup lain untuk mengetahui peluang lolos ke fase gugur atau babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Hong menyatakan keputusan yang ia ambil sebelum dan selama pertandingan tidak berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan tanggung jawab atas hasil tersebut berada sepenuhnya di pundaknya sebagai pelatih kepala.
“Dalam panggung sebesar ini, pelatih kepala bertanggung jawab atas seluruh hasil,” kata Hong seusai pertandingan.
Pernyataan itu menjadi bentuk pengakuan terbuka Hong setelah Korea Selatan gagal mendapatkan hasil yang mereka butuhkan pada laga penentuan. Ia tidak mencari alasan lain atas kekalahan tersebut dan menyebut faktor utama terletak pada penerapan taktik yang tidak tepat.
Gol Thapelo Maseko Pukul Korea Selatan
Afrika Selatan memastikan kemenangan lewat gol tunggal Thapelo Maseko pada menit ke-63. Gol tersebut menjadi momen krusial yang tidak hanya menjatuhkan Korea Selatan, tetapi juga membawa Afrika Selatan lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia.
Hasil itu membuat Afrika Selatan menutup fase grup dengan momentum besar. Sebaliknya, Korea Selatan harus menerima kenyataan bahwa nasib mereka tidak lagi sepenuhnya berada di tangan sendiri.
| Pertandingan | Korea Selatan vs Afrika Selatan |
|---|---|
| Skor | Korea Selatan 0-1 Afrika Selatan |
| Pencetak Gol | Thapelo Maseko, menit ke-63 |
| Kompetisi | Grup A Piala Dunia 2026 |
| Venue | Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko |
Hong Bantah Isu Keracunan Makanan
Hong juga menepis spekulasi mengenai gangguan kesehatan berupa keracunan makanan yang disebut memengaruhi performa para pemain Korea Selatan. Ia menegaskan isu tersebut bukan penyebab kekalahan timnya.
Menurut Hong, tidak ada alasan yang lebih tepat selain kesalahan strategi. Ia kembali menekankan bahwa keputusan teknis yang diambil tim pelatih tidak menghasilkan dampak seperti yang diharapkan.
Korea Selatan kini masih menunggu kepastian apakah mereka bisa lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Peluang tersebut bergantung pada hasil akhir tim-tim peringkat ketiga lain di Grup E, H, I, dan J.
Bagi Hong, kekalahan dari Afrika Selatan menjadi pukulan besar. Namun, pengakuannya juga menunjukkan sikap bertanggung jawab di tengah tekanan besar turnamen. Korea Selatan kini hanya bisa berharap kombinasi hasil dari grup lain tetap membuka jalan menuju babak 32 besar. (Ant/Z-1)
