
MITOS lama dari era Viktoria menyebutkan menyisir rambut sebanyak 100 kali setiap malam adalah kunci mendapatkan rambut sehat dan berkilau. Kisah ini bahkan dikaitkan dengan Permaisuri Sisi dari Austria. Namun, studi modern menunjukkan kebiasaan tersebut hanyalah mitos, dan aturan menyisir rambut ternyata tidak sesederhana itu.
Sains membuktikan bahwa cara merawat rambut sangat bergantung pada jenis rambut, jenis sisir, dan rutinitas Anda. Alih-alih memanjangkan, menyisir rambut secara berlebihan justru berisiko merusak mahkota kepala Anda.
Dampak Buruk Menyisir Berlebihan
Nikki Corzine, seorang pemilik salon rambut di California, AS, menegaskan menyisir rambut lebih sering tidak akan mempercepat pertumbuhannya. Sebaliknya, para ilmuwan yang meneliti dampak menyisir terhadap kerusakan rambut menemukan bahwa overbrushing bisa memicu kerontokan dan rambut patah.
David Taylor, profesor teknik dari Trinity College Dublin, Irlandia, menjelaskan tekanan berulang saat mengurai rambut kusut adalah penyebab utama ujung rambut bercabang.
“Kami percaya itu adalah alasan utama ujung rambut bercabang… Memang, semakin sering kita menyisirnya, semakin besar kemungkinan rambut rusak. Namun sebenarnya, ini bukan tentang jumlah sapuan sisir, melainkan kekuatan yang Anda gunakan saat menyisir,” ujar Taylor.
Meski demikian, Trefor Evans dari lembaga riset rambut TRI Princeton menyebut kerusakan akibat sisir biasa umumnya tergolong kecil dibandingkan dengan kerusakan masif akibat zat kimia atau suhu panas dari alat penata rambut (styling).
Manfaat dan Teknik Menyisir yang Benar
Menyisir dengan lembut dan penuh kehati-hatian tetap memiliki fungsi penting. Kebiasaan ini membantu mencegah kekusutan parah, serta mengangkat rambut yang rontok, sel kulit mati, dan kotoran yang dapat mengiritasi kulit kepala.
Bagaimana cara menyisir yang tepat? Semua kembali pada karakteristik rambut Anda:
- Rambut Lurus atau Bergelombang: Disarankan untuk menyisir satu hingga dua kali sehari. Namun, hindari menyisir saat rambut basah. Ketika basah, lapisan kutikula rambut akan terangkat dan merenggang, membuat helaian rambut menjadi lebih rapuh dan mudah patah.
- Rambut Keriting atau Kribo (Coily): Aturannya justru berkebalikan. Jangan pernah menyisir rambut keriting dalam kondisi kering karena teksturnya yang lebih rapuh dan mudah kusut. Proses mengurai rambut sebaiknya dilakukan hanya saat mencuci rambut dengan bantuan produk detangling agar sisir dapat meluncur dengan mudah.
Jenis sisir juga menentukan hasil akhir. Untuk mengurai rambut basah atau rambut keriting, gunakan sisir berbulu fleksibel (wet brush). Sedangkan untuk rambut kering, gunakan sisir berbulu lembut (seperti boar bristle brush) yang efektif mendistribusikan minyak alami dari kulit kepala ke seluruh batang rambut. (BBC/Z-2)
