
GELANDANG Persita Tangerang, Yardan Yafi, mengusung misi besar untuk kembali merebut posisi utama di skuad Pendekar Cisadane pada musim depan. Setelah melewati periode sulit akibat cedera panjang pada musim 2025/2026, pemain berusia 22 tahun ini menyatakan kesiapannya untuk memberikan kontribusi maksimal.
Berdasarkan laporan yang dihimpun pada Selasa (23/6/2026), Yardan harus menepi cukup lama dari lapangan hijau akibat cedera lutut serius. Cedera tersebut didapatnya saat melakoni laga persahabatan melawan Dewa United.
Akibatnya, jebolan akademi Persita ini kehilangan banyak menit bermain di musim lalu karena harus menjalani prosedur operasi dan masa pemulihan yang intensif.
Misi Bangkit Setelah Cedera Lutut
Kini, kondisi Yardan dikabarkan telah membaik secara signifikan. Ia sudah mulai kembali berlatih dan bahkan sempat terlibat dalam pertandingan bersama tim junior Persita untuk mengembalikan sentuhan serta kebugaran fisiknya.
“Saya tak sabar memulai musim baru bersama Persita. Saya ingin memberikan kontribusi terbaik ketika mendapatkan kesempatan bermain nanti,” ujar Yardan dengan penuh optimisme.
Ia juga mengakui bahwa proses pemulihan yang berat berhasil dilaluinya berkat dukungan penuh dari lingkungan sekitar. “Berkat dukungan keluarga, rekan setim, dan juga para pelatih di Persita, saya bisa melewati itu semua,” tambahnya.
Statistik Kunci Yardan Yafi
Yardan Yafi sejatinya merupakan salah satu aset masa depan Persita. Ia berhasil menembus tim utama pada musim 2024/2025 dan langsung menunjukkan performa impresif sebelum badai cedera menghantamnya.
| Kategori | Catatan Statistik |
|---|---|
| Penampilan Super League | 29 Pertandingan |
| Gol | 2 Gol |
| Assist | 1 Assist |
| Usia | 22 Tahun |
| Klub Asal | Akademi Persita |
Dengan kembalinya Yardan ke kondisi bugar, pelatih Persita Tangerang kini memiliki tambahan opsi di lini tengah. Persaingan memperebutkan posisi starting eleven di Stadion Indomilk Arena diprediksi akan semakin kompetitif menjelang bergulirnya kompetisi musim baru. (Ant/Z-1)
Yardan Yafi saat ini fokus pada penguatan otot pasca-operasi untuk memastikan dirinya siap menghadapi intensitas tinggi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
