Setelah 10 Tahun Mengembangkan Remake 'Zelda: Ocarina of Time', Kreator Ini Putuskan Berhenti
Zelda Ocarina Of Time(Cryzenx)

BAGI komunitas penggemar setia The Legend of Zelda, nama CryZENx tentu sudah tidak asing lagi. Selama satu dekade terakhir, kreator konten sekaligus developer independen ini mendedikasikan hidupnya untuk sebuah proyek ambisius, membangun ulang (remake) game legendaris The Legend of Zelda: Ocarina of Time menggunakan teknologi grafis modern, Unreal Engine. Namun, perjalanan panjang tersebut kini resmi berakhir.

Melalui sebuah pengumuman mengejutkan baru-baru ini, CryZENx menyatakan dirinya memutuskan untuk menghentikan proyek remake tersebut dan tidak akan melanjutkannya lagi. Keputusan ini diambil setelah dirinya menghabiskan waktu sekitar 10 tahun penuh untuk merekonstruksi dunia Hyrule agar tampil dengan visual generasi terbaru.

Alasan utama di balik keputusan berat ini adalah faktor kesehatan fisik dan kelelahan mental (burnout) yang mendalam setelah bekerja sendirian dalam waktu yang sangat lama. Menghidupkan kembali game klasik berskala besar dengan detail modern menggunakan Unreal Engine 4, yang kemudian ditingkatkan ke Unreal Engine 5, menuntut energi yang luar biasa besar untuk ukuran satu orang kreator.

Melalui sebuah pernyataan emosional di kanal YouTube miliknya, CryZENx mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus salam perpisahan kepada para penggemar yang telah mendukungnya selama ini.

“Saya ingin berterima kasih kepada kalian semua yang telah mendukung saya dalam perjalanan yang luar biasa ini,” kata CryZENx. “Mengembangkan proyek ini selama 10 tahun telah menjadi bagian besar dalam hidup saya, tetapi demi kesehatan dan masa depan saya, inilah saatnya untuk melangkah maju ke hal-hal baru.”

Selama bertahun-tahun, proyek remake buatan CryZENx selalu menarik perhatian besar di komunitas gaming. Pasalnya, Nintendo selaku pemilik hak kekayaan intelektual (IP) The Legend of Zelda dikenal sangat ketat dan sering kali langsung mematikan proyek buatan penggemar (fan-made projects) lewat jalur hukum. Hebatnya, proyek CryZENx berhasil bertahan selama satu dekade tanpa terkena teguran hak cipta resmi dari Nintendo, sebagian besar karena ia hanya membagikannya secara terbatas dan tidak mengomersialkannya secara bebas.

Meskipun proyek ini resmi dihentikan, CryZENx memastikan bahwa karya yang sudah ia selesaikan tidak akan hilang begitu saja. Versi terakhir dari remake Ocarina of Time buatannya tetap dapat diakses dan diunduh oleh para penggemar yang ingin merasakan sensasi menjelajahi petualangan Link dalam balutan grafis modern yang memukau.

Bagi industri game, mundurnya CryZENx menandai akhir dari salah satu proyek fan-made paling bertahan lama dan paling dihormati dalam sejarah. Kini, setelah menutup lembaran lama bersama dunia Zelda, sang kreator bersiap untuk fokus memulihkan kesehatannya sebelum nantinya mengeksplorasi ide-ide baru di masa depan. (IGN/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *