
PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memacu penetrasi inklusi digital guna mendukung transformasi ekonomi daerah. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkot Tangsel meluncurkan program perluasan jaringan digital yang kini telah menjangkau lebih dari 5.000 titik layanan internet gratis (Wi-Fi) di berbagai wilayah, termasuk menyasar ratusan rumah ibadah.
Langkah taktis ini diambil untuk memperkecil kesenjangan digital (digital divide) sekaligus mendorong produktivitas berbasis komunitas sosioreligius, dengan mentransformasikan rumah ibadah sebagai pusat literasi ekonomi masyarakat.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin, menegaskan bahwa perluasan akses internet di area publik bukan sekadar pemenuhan fasilitas dasar, melainkan pilar strategis pembinaan sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi lanskap ekonomi digital.
“Masjid harus menjadi pusat kegiatan kemasyarakatan dan pembinaan generasi muda. Tidak hanya diisi kegiatan ibadah, tetapi juga program-program yang memberikan manfaat konkret bagi masyarakat, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk pemberdayaan ekonomi dan edukasi,” ujar Asep, Selasa (23/6/2026).
Asep menerangkan, penyediaan kuota dan jaringan internet tanpa dibarengi dengan kecakapan digital (digital skills) berisiko memicu dampak negatif penyalahgunaan teknologi. Oleh karena itu, Diskominfo Tangsel tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik (hardware), melainkan juga pada penguatan kapasitas manusia.
Melalui ekosistem “Masjid Digital”, Pemkot Tangsel merancang program pelatihan digital terstruktur yang menyasar berbagai segmen, mulai dari pelajar, remaja masjid, hingga pengurus (takmir) rumah ibadah. Materi pelatihan mencakup kecakapan digital dasar, keamanan siber (cybersecurity), hingga pemanfaatan platform digital untuk pengembangan pelaku UMKM berbasis jemaah.
“Kami ingin memastikan bahwa konektivitas yang andal ini berkorelasi langsung dengan kegiatan yang produktif. Generasi muda harus diarahkan untuk menjadi kreator dan inovator digital, bukan sekadar konsumen konten,” tambah Asep.
Realisasi Jaringan Menyasar Ratusan Rumah Ibadah
Hingga kuartal II/2026, realisasi program perluasan internet gratis ini telah menyentuh berbagai klaster fasilitas umum. Dari total 5.000 titik layanan yang tersedia, sebanyak 397 titik merupakan Wi-Fi di area pemerintahan dan 4.603 titik berada di area publik.
Khusus untuk klaster fasilitas keagamaan, layanan internet gratis saat ini sudah terpasang di 379 masjid dan 376 musala yang tersebar di tujuh kecamatan. Kecamatan Pondok Aren menjadi wilayah dengan sebaran tertinggi yakni 197 titik, diikuti Ciputat Timur (150 titik), Pamulang (129 titik), Ciputat (106 titik), Serpong (91 titik), Serpong Utara (54 titik), dan Setu (36 titik).
Selain rumah ibadah, ruang publik yang telah terfasilitasi mencakup 1.198 titik balai warga atau pos keamanan, 245 titik organisasi pendidikan seperti sekolah swasta dan pondok pesantren, serta 148 titik posyandu atau posbindu.
Tidak berhenti pada penyediaan Wi-Fi, Pemkot Tangsel juga meluncurkan program penyediaan layanan web hosting gratis bagi organisasi keagamaan dan UMKM binaan masjid. Langkah ini diambil guna mengurangi beban biaya operasional digital sekaligus mendukung kemandirian digital masyarakat.
Ketangguhan program digitalisasi daerah ini disokong penuh oleh kapasitas Data Center mumpuni milik Pemkot Tangsel yang didukung oleh kekuatan 616 Core CPU, 1.840 GB RAM, serta kapasitas penyimpanan raksasa sebesar 328,17 Terabyte (TB).
Asep optimistis strategi mengoptimalkan rumah ibadah sebagai hub literasi digital mampu menyentuh lapisan masyarakat akar rumput (grassroots) yang selama ini sulit dijangkau oleh sosialisasi formal perbankan atau korporasi teknologi.
“Perluasan jaringan yang masif ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi iklim investasi sektor teknologi di kawasan penyangga ibu kota, membuktikan bahwa Tangsel siap beralih sepenuhnya menuju tata kelola pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) dan ekonomi digital yang inklusif,” pungkasnya. (H-2)
