Dari Anfield ke Downing Street: Perjalanan Politik Andy Burnham, Sang
Simak perjalanan politik Andy Burnham, “Raja dari Utara” yang kini bersiap memimpin Inggris menggantikan Keir Starmer setelah pengunduran dirinya.(AFP)

PENGUMUMAN mundurnya Perdana Menteri Keir Starmer membuka jalan lebar bagi Andy Burnham, 56, untuk memimpin Inggris. Mantan Wali Kota Greater Manchester ini kini berada di ambang posisi politik tertinggi di negaranya, membawa janji politik yang memahami aspirasi masyarakat di luar London yang selama ini merasa tidak didengar.

Bagi Burnham, titik balik kehidupan politiknya terjadi pada 2009. Sebagai menteri muda di bawah pemerintahan Gordon Brown, ia hadir di Stadion Anfield untuk mewakili pemerintah dalam peringatan 20 tahun Tragedi Hillsborough yang menewaskan 97 penggemar Liverpool. Saat ia mulai berbicara, sorakan kemarahan bergemuruh dari tribun penonton yang menuntut keadilan setelah serangkaian pemerintah Inggris menolak penyelidikan publik.

Rekaman hari itu memperlihatkan Burnham, yang lahir di pinggiran Liverpool, tampak terguncang dan hampir menangis sebelum akhirnya mengangguk.

“Perjalanan saya menjauh dari Westminster dimulai di Anfield hari itu. Itu adalah titik balik dalam hidup saya. Sejujurnya, saya kehilangan cinta pada hal itu,” kenang Burnham di kemudian hari.

Karier Politik dan Julukan “Raja dari Utara”

Lahir dari keluarga kelas pekerja, ayahnya seorang teknisi telepon dan ibunya seorang resepsionis, Burnham terinspirasi bergabung dengan Partai Buruh sejak usia 14 tahun. Ia berhasil menembus Universitas Cambridge dan memulai karier politiknya di London hingga terpilih menjadi anggota parlemen (MP) untuk Leigh tahun 2001.

Di bawah pemerintahan Tony Blair dan Gordon Brown, ia sempat menduduki beberapa posisi menteri, termasuk Menteri Kebudayaan dan Menteri Kesehatan. Burnham sempat dua kali maju dalam pemilihan ketua Partai Buruh pada 2010 dan 2015, namun kalah dari Ed Miliband dan Jeremy Corbyn.

Pada 2017, ia memutuskan meninggalkan panggung politik Westminster untuk mencalonkan diri sebagai Wali Kota Greater Manchester pertama. Di sana, ia meraih popularitas besar berkat keberhasilannya mentransformasi sistem transportasi bus di bawah kendali publik serta kegigihannya membela wilayah tersebut dari kebijakan karantina pemerintah Boris Johnson selama pandemi Covid-19. Keberhasilan ini membuatnya dijuluki sebagai “Raja dari Utara”.

Meskipun para kritikus kerap mencapnya sebagai politisi yang mudah berubah haluan, Burnham kini dipandang oleh internal Partai Buruh sebagai sosok terbaik yang mampu merangkul kembali suara pemilih dari ancaman partai sayap kanan Reform UK milik Nigel Farage maupun dari kubu Partai Hijau. Kini, Burnham bersiap membawa “titik balik” baru bagi masa depan Inggris. (BBC/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *