
MESKIPUB ukurannya terbilang mungil untuk ukuran batuan antariksa, hanya sepanjang 8 kilometer dan lebar 3,5 kilometer, Asteroid 52246 Donaldjohanson, atau yang akrab disapa “DJ”, ternyata menyimpan rahasia besar tentang masa lalu sistem tata surya kita. Data terbaru dari misi wahana antariksa Lucy milik NASA berhasil mengungkap tabir evolusi batuan ini melalui penerbangan lintas (flyby) yang presisi.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari IFLScience, para ilmuwan menemukan bukti mengejutkan bahwa asteroid ini dulunya pernah menampung air cair. Selain itu, ditemukan fenomena unik di mana kawah-kawah kecil di permukaannya menghilang jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya oleh para astronom.
Saksi Bisu Tabrakan Besar 150 Juta Tahun Lalu
Asteroid DJ diperkirakan terbentuk sekitar 150 juta tahun yang lalu akibat tabrakan masif di sabuk asteroid bagian dalam. Peristiwa besar ini menghasilkan sekitar 2.000 batuan luar angkasa yang kini dikenal sebagai “Keluarga Erigone”. Keberadaan DJ menjadi kesempatan emas bagi peneliti untuk mempelajari bagaimana batuan antariksa berevolusi dari waktu ke waktu.
“Penerbangan lintas DJ memungkinkan kami mencapai pemahaman terperinci tentang pembentukan dan evolusinya, juga berkat fakta mujur bahwa DJ termasuk dalam keluarga asteroid yang masih muda,” ujar Simone Marchi dari Southwest Research Institute di Boulder, Colorado.
| Dimensi | Panjang 8 km, Lebar 3,5 km |
| Bentuk | Dua lobus (mirip kacang) dengan leher mulus |
| Estimasi Usia | ± 150 – 155 Juta Tahun |
| Asal-usul | Keluarga Asteroid Erigone |
| Temuan Utama | Jejak air cair kuno & kawah kecil yang menghilang |
Misteri Kawah yang Hilang dan Jejak Air
Foto-foto yang dikirimkan oleh wahana Lucy menunjukkan bentuk unik DJ yang terdiri dari dua lobus penuh kawah yang dihubungkan oleh bagian leher yang mulus. Namun, ada kejanggalan yang ditemukan para astronom: asteroid ini hampir tidak memiliki kawah yang berukuran lebih kecil dari 400 meter.
Menurut Marchi, kelangkaan kawah kecil tersebut menandakan adanya proses dinamis berupa pergerakan material lepas yang mengikis fitur permukaan dan menghaluskan wilayah leher asteroid. Proses ini diperkirakan terjadi dalam ritme yang sangat cepat, yakni paling lama hanya dalam hitungan puluhan juta tahun.
Di balik permukaannya yang dinamis, DJ menyimpan bukti keberadaan mineral seperti phyllosilicates pembawa zat besi. Temuan ini mengindikasikan bahwa objek induk yang melahirkan keluarga Erigone tersebut dulunya memiliki air cair di dalamnya pada masa awal pembentukan tata surya.
Kendati demikian, Marchi menjelaskan bahwa perubahan kimiawi akibat air cair di asteroid ini tergolong terbatas jika dibandingkan dengan asteroid primitif lain seperti Bennu dan Ryugu. Penemuan berharga yang telah diterbitkan dalam jurnal Science ini menjadi tonggak baru bagi NASA dalam menyusun teka-teki sejarah air dan pembentukan planet di lingkungan galaksi kita. (Z-1)
