Menjaga Kesehatan Mata Jadi Investasi Penting untuk Hidup Aktif hingga Usia Lanjut
Ilustrasi(magnific)

MENINGKATNYA angka harapan hidup masyarakat Indonesia membawa paradigma baru dalam dunia kesehatan. Kini, fokus masyarakat tidak lagi sekadar pada lifespan (usia harapan hidup), tetapi juga pada healthspan, bagaimana tetap sehat, aktif, dan produktif hingga usia senja. Namun, di tengah tren kesadaran kesehatan ini, aspek kesehatan mata sering kali terabaikan, padahal penglihatan merupakan fondasi utama dalam menunjang kualitas hidup sehari-hari.

Tantangan kesehatan mata saat ini semakin kompleks. Penggunaan perangkat digital yang intensif sejak usia dini memicu lonjakan kasus gangguan refraksi pada kelompok usia produktif. Di sisi lain, proses penuaan alami membawa tantangan tersendiri berupa presbiopia atau mata tua.

Gangguan Refraksi di Usia Produktif

Dokter Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Zoraya Ariefia Feranthy, Sp.M, mengungkapkan bahwa miopia (rabun jauh) dan astigmatisme (silinder) kini semakin marak ditemukan pada usia muda. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan menatap layar gawai atau membaca dalam durasi lama yang memaksa mata bekerja ekstra pada jarak dekat.

MI/HO—Exclusive Sharing Session bertajuk “Longevity Era: Investing in Vision for a Better Quality of Life” di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

“Kualitas penglihatan adalah investasi penting. Sering kali penggunaan kacamata memengaruhi kenyamanan dan produktivitas. Dalam konsep longevity, menjaga kesehatan mata adalah bagian tak terpisahkan untuk mempertahankan kualitas hidup,” ujar Zoraya dalam acara Exclusive Sharing Session bertajuk “Longevity Era: Investing in Vision for a Better Quality of Life” di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

Sebagai solusi, teknologi SMILE Pro hadir menawarkan koreksi penglihatan yang cepat dan minim invasif. Menggunakan laser femtosecond generasi terbaru, prosedur ini hanya membutuhkan waktu sekitar 8 detik. Pengalaman ini turut dirasakan oleh dr. Gia Pratama, seorang edukator kesehatan yang kini dapat beraktivitas lebih praktis tanpa ketergantungan pada kacamata setelah menjalani prosedur tersebut.

Menghadapi Presbiopia di Usia 40-an

Memasuki usia 40 tahun, kemampuan fokus mata terhadap objek dekat secara alami akan menurun. Kondisi yang dikenal sebagai presbiopia ini kini semakin dirasakan dampaknya akibat tingginya tuntutan aktivitas digital.

dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M(K), Dokter Konsultan Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, menjelaskan bahwa teknologi PRESBYOND menjadi jawaban bagi mereka yang ingin tetap aktif tanpa gangguan mata tua. Teknologi berbasis laser ini membantu memperluas rentang fokus sehingga pasien dapat melihat dengan nyaman pada jarak jauh, menengah, maupun dekat.

Layanan Komprehensif Mayapada Eye Centre

President Director & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, menegaskan komitmennya dalam menyediakan layanan kesehatan mata yang terintegrasi dengan standar internasional. Melalui Mayapada Eye Centre (MEC), masyarakat dapat mengakses berbagai perawatan mulai dari deteksi dini hingga tindakan bedah canggih.

Layanan MEC tersedia di Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Mayapada Tower 2 Sudirman. Untuk memastikan kenyamanan pasien, setiap individu akan didampingi oleh Vision Assistant (VIA) yang memandu seluruh proses, mulai dari pendaftaran hingga edukasi perawatan pascatindakan (preventive care).

Dengan investasi pada teknologi penglihatan, masyarakat diharapkan dapat menjalani masa tua dengan lebih mandiri, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang optimal di era longevity ini. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *