Teknologi Dapur Pintar kian Mudahkan Aktivitas Memasak di Rumah
Bosch Culinary Masters 2026, kompetisi yang mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pengguna rumahan hingga profesional, yang menggunakan perangkat dapur Bosch selama perlombaan berlangsung.(Dok. Bosch Indonesia)

PERANGKAT dapur pintar kini semakin mudah dijumpai di rumah tangga modern. Jika sebelumnya teknologi seperti oven pintar, kompor induksi, atau kulkas dengan fitur otomatis lebih banyak digunakan di dapur profesional, kini berbagai inovasi tersebut mulai dirancang agar lebih mudah diakses dan digunakan oleh masyarakat umum yang memiliki aktivitas padat.

Perkembangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pasar peralatan rumah tangga di Indonesia. Laporan Grand View Research memproyeksikan pasar peralatan rumah tangga nasional tumbuh rata-rata 6,5 persen per tahun hingga 2030, didorong meningkatnya adopsi perangkat rumah tangga terhubung (connected home appliances), daya beli masyarakat, serta kebutuhan akan teknologi yang lebih praktis dalam aktivitas sehari-hari.  

Meski demikian, peralatan dapur pintar masih kerap dipersepsikan sebagai perangkat yang rumit, mahal, atau hanya cocok digunakan oleh chef profesional. Padahal, tantangan yang paling sering dihadapi pengguna rumahan justru berkaitan dengan hal-hal sederhana, seperti menentukan suhu memasak yang tepat, memastikan makanan matang merata, hingga mengawasi proses memasak agar tidak gosong.

Head of Marketing Bosch Home Indonesia Theressa Victoria mengatakan, nilai sebuah peralatan dapur tidak hanya ditentukan oleh harga awal, melainkan juga kualitas, daya tahan, serta kemudahan penggunaan dalam jangka panjang.

“Nilai peralatan dapur tidak hanya ditentukan oleh harga awal, tetapi juga kualitas, ketahanan, dan kemudahan penggunaan sehari-hari. Karena itu, konsumen perlu cermat menilai bukan sekadar fitur baru, melainkan inovasi yang mampu menghemat waktu, mengurangi kerepotan, dan memberikan kenyamanan jangka panjang,” ujar Theressa.

Menurutnya, perkembangan teknologi seharusnya membantu menyederhanakan proses memasak, bukan justru membuatnya semakin rumit. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari kampanye ‘Beres, Bosch‘, yang mengedepankan pemanfaatan teknologi untuk membantu aktivitas sehari-hari agar lebih praktis sekaligus memberikan ketenangan bagi pengguna.

Country Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia Fenny Sofyan mengatakan inovasi Bosch tidak hanya hadir di sektor rumah tangga, tetapi juga kendaraan hingga industri. Di tengah aktivitas masyarakat yang semakin dinamis, teknologi dinilai perlu mampu membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan sehari-hari secara lebih efisien.

“Inovasi teknologi Bosch hadir di Indonesia mulai dari rumah, jalanan (kendaraan) hingga berperan di industri. Di tengah aktivitas masyarakat yang semakin dinamis, intervensi teknologi tidak hanya canggih, tetapi juga mampu membantu menyederhanakan berbagai pekerjaan sehari-hari. Semangat inilah yang menjadi dasar kampanye #BeresBosch, yaitu menghadirkan solusi yang membantu berbagai urusan di rumah menjadi lebih beres, terlebih di dapur,” kata Fenny.

Salah satu contoh penerapan teknologi tersebut terdapat pada kompor induksi Bosch yang dilengkapi fitur Assist Function. Fitur ini berfungsi sebagai asisten memasak dengan memberikan rekomendasi mode memasak, durasi, hingga pengaturan suhu yang disesuaikan dengan jenis hidangan, sehingga pengguna tidak harus mengandalkan pengalaman layaknya chef profesional.

Kemudahan serupa juga diterapkan pada oven Bosch yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), kamera terintegrasi, dan sensor suhu. Pengguna dapat memantau proses memasak secara real-time melalui aplikasi tanpa perlu membuka pintu oven, sementara sistem secara otomatis membantu menjaga tingkat kematangan makanan tetap konsisten.

Di sisi penyimpanan bahan makanan, Bosch menghadirkan teknologi VitaFresh pada kulkas untuk membantu menjaga kesegaran bahan makanan lebih lama, serta fitur No Frost yang mencegah pembentukan bunga es sehingga pengguna tidak perlu melakukan pencairan es secara berkala.

Bosch juga berupaya menjawab anggapan bahwa perangkat dapur pintar selalu membutuhkan biaya perawatan tinggi. Salah satunya melalui penyediaan suku cadang hingga 15 tahun sebagai bagian dari dukungan purnajual untuk menjaga umur pakai produk.

“Hal ini menjadi arah inovasi Bosch Home Appliances bagi pengguna yang rutin memasak maupun yang baru menjadikan aktivitas memasak sebagai bagian dari keseharian. Fokusnya adalah menghadirkan pengalaman memasak yang lebih sederhana dan konsisten, sekaligus memungkinkan pengguna melakukan lebih banyak hal dalam waktu yang sama,” jelas Theressa.

Penerapan teknologi tersebut turut diperlihatkan dalam ajang Bosch Culinary Masters 2026. Kompetisi ini mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pengguna rumahan hingga profesional, yang menggunakan perangkat dapur Bosch selama perlombaan berlangsung.

Juri kompetisi, Chef Bryan, lulusan MasterChef Indonesia Season 8, menilai perkembangan teknologi turut memengaruhi kualitas hasil masakan.

“Teknologi sangat memengaruhi hasil masakan. Oven modern, seperti Bosch Series 8, menawarkan fitur canggih yang membuat proses memasak lebih efisien dan hasilnya lebih konsisten. Kombinasi keterampilan dan teknologi akan menghasilkan kualitas yang superior,” ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, para pemenang memperoleh hadiah berupa produk Bosch Home Appliances senilai total Rp55 juta serta voucer Sayurbox senilai total Rp10,8 juta. Juara pertama, Ananta Aristian, mengaku telah mengenal dunia memasak sejak kecil dan menilai kualitas serta daya tahan perangkat menjadi faktor penting agar aktivitas memasak dapat dilakukan secara optimal dalam jangka panjang.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Bosch menilai perkembangan teknologi dapur tidak lagi semata-mata berfokus pada kecanggihan fitur, melainkan pada kemampuannya membantu pengguna dari berbagai tingkat pengalaman memasak memperoleh hasil yang lebih konsisten dengan proses yang lebih sederhana. (Put/E-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *