Bolehkah Penderita Sakit Pinggang Dipijat? Simak Penjelasannya
Ilustrasi pijat untuk sakit pinggang.(Dok. Magnific)

SAKIT pinggang atau low back pain adalah keluhan umum yang dialami hampir setiap orang. Saat rasa nyeri menyerang, refleks pertama banyak orang adalah mencari tukang urut atau layanan pijat untuk meredakan ketegangan. Namun, muncul pertanyaan krusial: bolehkah penderita sakit pinggang dipijat?

Jawabannya adalah boleh, tetapi dengan syarat dan ketentuan yang ketat. Pijat dapat menjadi terapi komplementer yang efektif jika penyebab sakit pinggangnya adalah ketegangan otot (muscle strain). Namun, jika sakit pinggang disebabkan oleh masalah struktur tulang atau saraf, pijat sembarangan justru berisiko memperparah kondisi.

Kapan Pijat Diperbolehkan?

Pijat sangat disarankan jika sakit pinggang disebabkan oleh faktor-faktor mekanis ringan, seperti:

  • Ketegangan Otot: Akibat posisi duduk yang terlalu lama atau salah posisi tidur.
  • Kelelahan Fisik: Setelah melakukan aktivitas berat atau olahraga intens.
  • Stres: Beban pikiran seringkali memicu ketegangan pada otot-otot di area punggung bawah dan pinggang.

Kapan Pijat Harus Dihindari?

Anda harus sangat waspada dan sebaiknya menghindari pijat (terutama pijat urut tradisional yang keras) jika mengalami gejala berikut:

  • Nyeri Menjalar: Rasa sakit yang merambat dari pinggang hingga ke kaki (indikasi saraf terjepit atau HNP).
  • Kesemutan atau Mati Rasa: Adanya gangguan sensorik di area tungkai.
  • Riwayat Trauma: Sakit pinggang yang muncul setelah jatuh atau kecelakaan (risiko patah tulang atau pergeseran sendi).
  • Demam: Jika sakit pinggang disertai demam, bisa jadi ada infeksi pada ginjal atau tulang belakang.
  • Osteoporosis: Pijatan keras pada penderita pengeroposan tulang dapat menyebabkan patah tulang belakang.

Jangan pernah memijat langsung pada area tulang belakang (tulang tengah). Pijatan seharusnya hanya dilakukan pada jaringan lunak atau otot di sekitar tulang untuk menghindari cedera saraf permanen.

Jenis Pijat yang Aman untuk Sakit Pinggang

Jika Anda memutuskan untuk menjalani terapi pijat, pilihlah jenis yang diakui secara medis atau dilakukan oleh tenaga profesional:

  1. Swedish Massage: Menggunakan teknik usapan panjang dan lembut untuk melancarkan sirkulasi darah dan merelaksasi otot.
  2. Deep Tissue Massage: Menargetkan lapisan otot yang lebih dalam, namun harus dilakukan oleh terapis bersertifikat agar tidak mencederai jaringan.
  3. Trigger Point Therapy: Fokus pada titik-titik tertentu yang menjadi sumber nyeri (simpul otot).
  4. Fisioterapi: Ini adalah pilihan paling aman karena dilakukan oleh tenaga medis yang memahami anatomi tubuh dan penyebab nyeri secara spesifik.

Checklist Sebelum Melakukan Pijat








Langkah Keterangan
Identifikasi Nyeri Pastikan nyeri hanya di otot, bukan di tulang atau menjalar ke kaki.
Pilih Terapis Gunakan jasa terapis yang memiliki sertifikasi atau pengalaman medis.
Komunikasi Beri tahu terapis bagian mana yang sakit dan minta jangan menekan terlalu keras.
Konsultasi Dokter Jika nyeri berlangsung lebih dari 2 minggu, segera lakukan rontgen atau MRI.

Pijat boleh dilakukan untuk sakit pinggang yang bersifat otot (muskular). Namun, untuk nyeri yang bersifat saraf atau tulang, konsultasi medis adalah langkah wajib sebelum menyentuh meja pijat. (Ant/H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *