
DI tengah masifnya pembangunan fisik yang terus berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN), tantangan besar muncul dari aspek nonfisik. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) kini memberikan perhatian serius pada permasalahan stunting yang masih menghantui wilayah tersebut. Berdasarkan data terkini, prevalensi stunting di wilayah IKN tercatat masih berada di kisaran 18 persen.
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari visi besar ibu kota baru. “Yang terlihat saat ini memang pembangunan fisik. Namun, IKN juga sedang membangun aspek nonfisik, yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi generasi penerus pembangunan,” ujar Suwito pada Jumat (12/6).
Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci
Untuk menekan angka tersebut, Otorita IKN menjalankan strategi kolaborasi dengan berbagai pihak. Langkah ini melibatkan pemerintah daerah, puskesmas, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), hingga Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Kader Posyandu ditempatkan sebagai ujung tombak dalam pendampingan masyarakat di tingkat akar rumput.
Pendekatan yang diambil tidak hanya berfokus pada penanganan kasus yang sudah ada, tetapi dilakukan secara komprehensif dari hulu hingga hilir. Beberapa program unggulan yang dijalankan meliputi:
- Edukasi Kesehatan Reproduksi: Menyasar remaja sebagai calon orang tua masa depan.
- Intervensi Pra-Nikah: Pemberian tablet tambah darah bagi calon pengantin dan wanita usia subur (WUS).
- Pendampingan Keluarga: Memastikan pola pengasuhan dan asupan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan.
- Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan: Pelatihan intensif bagi kader Posyandu dan tenaga medis di wilayah delineasi IKN.
Target Zero Stunting Baru
Strategi pencegahan menjadi prioritas utama Otorita IKN. Intervensi dilakukan bahkan sebelum kehamilan terjadi untuk meminimalkan risiko sejak dini. Hal ini didasari pemahaman bahwa stunting dipengaruhi oleh faktor multidimensi, mulai dari kesehatan reproduksi hingga kondisi lingkungan keluarga.
Suwito menekankan ambisi besar IKN untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari kasus stunting baru. “Ke depan tidak boleh lagi ada kelahiran stunting di IKN. Ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang akan melanjutkan pembangunan ibu kota negara,” tegasnya.
Catatan Strategis: Kualitas SDM yang lahir hari ini akan menentukan daya saing IKN di masa depan. Sebagai kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan baru, keberhasilan menekan stunting adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pembangunan nasional.
Peran Vital Kader Posyandu
Kepala Puskesmas Maridan, Basiran, menilai bahwa penguatan kapasitas kader Posyandu adalah investasi krusial. Kader merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan keluarga setiap hari. Melalui pelatihan yang melibatkan dokter spesialis dari POGI, para kader kini dibekali pengetahuan mendalam mengenai pengelolaan keluarga sehat dan kehamilan sehat.
Seminawati, salah satu kader Posyandu di Maridan, mengakui bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru yang sangat aplikatif. Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut agar angka stunting di wilayah IKN dapat terus ditekan hingga mencapai target yang diharapkan. (EM/I-1)
| Indikator | Kondisi Saat Ini / Target |
|---|---|
| Prevalensi Stunting Saat Ini | Kisaran 18% |
| Fokus Intervensi | Hulu ke Hilir (Remaja, Catin, Ibu Hamil) |
| Target Masa Depan | Zero Kelahiran Stunting Baru |
