
MENTERI Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan perguruan tinggi akibat gempa 6,7M di Palu, Sulawesi Tengah yang terjadi Selasa (16/6).
Brian mengatakan sebagian besar perguruan tinggi melaporkan kondisi infrastruktur dalam keadaan aman, dengan beberapa keretakan minor pada dinding bangunan akibat gempa Palu. Beberapa perguruan tinggi yang melaporkan dampak kerusakan, antara lain kerusakan peralatan laboratorium dan komputer akibat terjatuh saat guncangan, plafon ruang kelas yang runtuh di beberapa tempat, serta keretakan dinding, lantai, dan sebagian struktur bangunan.
“Secara umum belum ada laporan kerusakan yang signifikan pada bangunan kampus. Beberapa perguruan tinggi melaporkan kerusakan peralatan laboratorium, komputer yang terjatuh, hingga plafon runtuh, namun tidak mengganggu operasional kampus secara keseluruhan,” ujar Brian di Jakarta, Rabu (17/6).
- Kekuatan: Magnitudo 6,7
- Lokasi: 42 km Tenggara Kota Palu (1,13 LS – 120,23 BT)
- Gempa Susulan: 118 kali (hingga Rabu siang)
Kondisi Lapangan di Universitas Tadulako
Sementara itu, data yang dihimpun dari Universitas Tadulako (Untad) menunjukkan sejumlah kerusakan akibat gempa Palu pada gedung-gedung yang justru baru saja selesai direhabilitasi pasca-bencana 2018. Guncangan kuat menyebabkan retakan dinding, kaca pecah, hingga kerusakan material pelapis bangunan.
Beberapa titik kerusakan di Untad meliputi:
- Auditorium Untad: Sebagian plafon runtuh dan fasilitas videotron mengalami gangguan.
- Rumah Sakit (RS) Untad: Ditemukan retakan pada bagian non-struktural bangunan.
- Fakultas Teknik: Plafon dilaporkan roboh di beberapa ruangan.
- Gelanggang Mahasiswa: Mengalami retakan yang saat ini masih dalam proses pemeriksaan teknis.
Pihak BMKG menyebut pusat gempa berada di 42 kilometer arah tenggara Kota Palu. Getaran gempa Palu dirasakan juga di sejumlah wilayah Kabupaten Poso dan Parigi Moutong. Berdasarkan pemutakhiran data sekunder hingga Rabu siang, BMKG mencatat instrumen seismograf di lapangan telah mendeteksi terjadinya aktivitas gempa bumi susulan 118 kali dengan tren magnitudo terus mengecil. (Ant/H-4)
