Bukan Israel, Hamas Hanya Ingin Serahkan Senjata kepada Otoritas Palestina
Hamas dan warga Palestina di Gaza.(Aljazeera)

GERAKAN Palestina Hamas, yang masih menguasai sebagian Jalur Gaza, menyatakan siap menyerahkan persenjataannya hanya kepada otoritas Palestina, kata Wakil Kepala Biro Politik Hamas, Musa Abu Marzouk.

“Senjata hanya dapat diserahkan kepada pihak Palestina, baik itu Otoritas Nasional Palestina maupun negara Palestina yang nantinya akan hadir di Gaza. Senjata tidak akan pernah diserahkan kepada Israel, struktur yang berafiliasi dengannya, ataupun Amerika Serikat,” kata Marzouk kepada RIA Novosti yang dipublikasi Rabu (17/6).

Menurutnya, isu pelucutan senjata kelompok-kelompok Palestina bersifat politik dan Palestina harus memiliki perspektif politik yang jelas. Ia menilai perspektif tersebut tidak terdapat dalam rencana penyelesaian Gaza yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump. Tanpa kejelasan politik, hal itu disebutnya dapat menyebabkan kekacauan.

“Berdasarkan pengalaman berbagai negara, melucuti kekuatan yang mengendalikan Jalur Gaza berarti membuka jalan menuju perang saudara atau munculnya kekacauan,” ujarnya.

Marzouk mencontohkan pengalaman di Irak, ketika pasukan pendudukan AS membubarkan tentara dan kepolisian Irak, yang kemudian menyebabkan kekacauan, perang saudara, serta penyebaran kelompok-kelompok teroris.

Adapun pada pertengahan November, Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi yang diajukan Amerika Serikat untuk mendukung rencana komprehensif Trump dalam menyelesaikan situasi di Gaza. Sebanyak 13 dari 15 anggota dewan mendukung resolusi tersebut, sementara Rusia dan China memilih abstain.

Rencana AS untuk Gaza mencakup pembentukan administrasi internasional sementara di wilayah tersebut, pembentukan dewan perdamaian yang dipimpin Trump, serta pengerahan pasukan stabilisasi internasional.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, sebelumnya menyatakan bahwa kelanjutan implementasi rencana perdamaian Trump untuk konflik Gaza masih dipertanyakan, mengingat baik Israel maupun Hamas saling menuduh adanya pelanggaran terhadap ketentuan inisiatif tersebut. (Ant/P-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *