
ERA baru dimulai di United Center. Chicago Bulls secara resmi mengumumkan penunjukan Tiago Splitter sebagai pelatih kepala baru untuk memimpin tim mengarungi kompetisi NBA musim 2026-2027. Langkah ini diambil manajemen Bulls sebagai upaya strategis untuk mengembalikan kejayaan tim di papan atas Wilayah Timur.
Melalui pernyataan resmi klub pada Selasa (16/6/2026), manajemen Bulls menegaskan bahwa kehadiran Splitter diharapkan menjadi katalisator perubahan. Setelah beberapa musim terakhir kesulitan bersaing secara konsisten di zona playoff, penunjukan mantan juara NBA ini dianggap sebagai langkah krusial dalam restrukturisasi kekuatan tim.
Rekam Jejak Sang Juara
Tiago Splitter bukanlah nama asing di kancah basket Amerika Serikat. Pria asal Brasil ini memiliki portofolio mentereng, baik saat masih mengenakan jersei pemain maupun ketika berada di pinggir lapangan sebagai staf kepelatihan. Puncak karier bermainnya terjadi pada tahun 2014, saat ia berhasil merengkuh gelar juara NBA bersama San Antonio Spurs di bawah asuhan Gregg Popovich.
Setelah memutuskan pensiun, Splitter tidak menjauh dari lapangan kayu. Ia meniti karier kepelatihan dengan menjadi asisten pelatih di beberapa tim besar, termasuk Brooklyn Nets dan Houston Rockets. Pengalaman bekerja dengan berbagai karakter pemain dan sistem taktis yang berbeda menjadi modal utama Splitter dalam mengemban tugas barunya di Chicago.
- Kewarganegaraan: Brasil
- Prestasi Pemain: Juara NBA 2014 (San Antonio Spurs)
- Pengalaman Melatih: Staf Pelatih Brooklyn Nets & Houston Rockets
- Jabatan Baru: Pelatih Kepala Chicago Bulls (Mulai Musim 2026-2027)
Misi Pengembangan Pemain Muda
Selain mengejar kemenangan instan, tugas utama Splitter adalah mengawal proyek jangka panjang klub. Manajemen Bulls menaruh harapan besar pada kemampuan Splitter dalam mengembangkan bakat-bakat muda yang saat ini menghuni skuad. Pemahaman taktisnya yang mendalam serta pengalaman internasionalnya diharapkan mampu mematangkan mentalitas para pemain muda Bulls.
Jabatan ini merupakan kesempatan pertama bagi Splitter untuk menjabat sebagai pelatih kepala (head coach) di NBA. Meski menyandang status debutan sebagai pelatih utama, tantangan besar sudah menanti di depan mata. Ia dituntut untuk meramu strategi yang mampu membawa Bulls kembali menjadi penantang serius di liga basket paling bergengsi di dunia tersebut.
Dengan dimulainya persiapan menuju musim 2026-2027, para penggemar Chicago Bulls kini menantikan sentuhan tangan dingin Splitter untuk membawa kembali semangat juara ke kota Chicago. (Ant/I-1)
