Sedang Tren di Korea, Diet Apel dan Selai Kacang Diklaim Bantu Kendalikan Nafsu Makan
Ilustrasi(Magnific)

TREN diet yang dijalani sejumlah selebriti Korea Selatan tengah menjadi perbincangan di media sosial. Pola makan tersebut dikenal sebagai diet apel dan selai kacang, yakni mengombinasikan irisan apel dengan selai kacang murni sebagai menu sarapan atau camilan harian.

Diet ini disebut-sebut menjadi salah satu rahasia menjaga berat badan ideal bagi sejumlah figur publik Korea. Aktris Korea Go Yoon-jung hingga Lee Ji-won atau Autumn dari grup IVE termasuk nama yang dikaitkan dengan pola makan tersebut.

Meski terdengar sederhana, kombinasi kedua makanan tersebut memiliki alasan ilmiah yang cukup kuat. Selai kacang mengandung protein dan lemak yang dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Kondisi ini membuat seseorang cenderung tidak mudah lapar dan dapat mengurangi keinginan mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat atau camilan berlebihan.

Selain itu, selai kacang kaya akan lemak tak jenuh yang berperan dalam membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Ketika kadar gula darah naik dan turun secara drastis, tubuh akan memproduksi insulin dalam jumlah besar. Produksi insulin yang berlebihan dapat mendorong penyimpanan lemak dan meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

Di sisi lain, apel merupakan buah dengan indeks glikemik rendah, yaitu sekitar 24. Angka tersebut membuat apel tergolong makanan yang tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Kandungan serat yang tinggi pada apel juga membantu memperlambat penyerapan gula dalam tubuh.

Kombinasi apel dan selai kacang dinilai mampu memberikan efek ganda dalam menjaga kestabilan gula darah sekaligus mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Karena alasan itulah, banyak orang menjadikan menu ini sebagai bagian dari program pengelolaan berat badan.

Tidak Boleh Dikonsumsi Berlebihan

Meski memiliki sejumlah manfaat, para ahli mengingatkan diet apel dan selai kacang bukan berarti dapat dikonsumsi tanpa batas.

Profesor dari Departemen Kedokteran Keluarga International St. Mary’s Hospital, Catholic Kwandong University di Korea, Kim Sun-hyun menjelaskan bahwa selai kacang memang memiliki dampak yang lebih kecil terhadap kenaikan gula darah dibandingkan makanan manis. Namun, konsumsi berlebihan tetap dapat menimbulkan masalah kesehatan.

“Walaupun selai kacang tidak meningkatkan gula darah sebesar makanan yang mengandung banyak gula, konsumsi berlebihan tetap akan menambah asupan kalori, menyebabkan kenaikan berat badan, dan dapat memicu penyakit hati berlemak atau fatty liver,” ujarnya dikutip dari laman The Standard.

Ia juga menjelaskan bahwa apel mengandung fruktosa yang diproses oleh hati. Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan secara terus-menerus, fruktosa juga berpotensi meningkatkan risiko perlemakan hati.

Karena itu, para ahli menyarankan agar diet ini dilakukan dengan porsi yang tepat. Konsumsi selai kacang sebaiknya dibatasi sekitar dua sendok teh kecil per hari dan dipadukan dengan irisan apel segar.

Pilih Selai Kacang Murni

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemilihan produk selai kacang. Banyak produk yang dijual di pasaran mengandung tambahan gula, garam, minyak, maupun bahan pengawet.

Untuk mendapatkan manfaat yang lebih optimal, masyarakat disarankan memilih selai kacang murni dengan kandungan 100% kacang tanah tanpa tambahan gula. Penggunaan selai kacang yang sudah dicampur gula justru dapat meningkatkan asupan kalori dan mengurangi manfaat diet yang diharapkan.

Diet apel dan selai kacang dapat menjadi salah satu pilihan pola makan yang membantu mengendalikan rasa lapar dan menjaga kestabilan gula darah. Namun, seperti pola diet lainnya, keberhasilannya tetap bergantung pada pengaturan porsi makan, aktivitas fisik yang cukup, serta penerapan gaya hidup sehat secara keseluruhan. (The Standard/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *