Prakiraan Cuaca 15-18 Juni 2026 : BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
Beberapa pengguna jalan mengenakan jas hujan saat melintas di Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (30/4/2026).(Agung Wibowo/MI)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia selama periode 15-18 Juni 2026, meskipun musim kemarau mulai meluas di sejumlah daerah. Dalam prakiraan cuaca sepekan yang dirilis Direktorat Meteorologi Publik BMKG, kondisi cuaca Indonesia secara umum masih didominasi hujan ringan hingga hujan lebat.

Potensi hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kategori siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah. Daerah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Papua Pegunungan.

Meski demikian, BMKG tidak mencatat adanya potensi angin kencang yang memerlukan peringatan dini selama periode tersebut. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca karena kondisi atmosfer Indonesia masih bersifat dinamis. 

Di wilayah yang telah memasuki musim kemarau, masyarakat diminta mengantisipasi cuaca yang cenderung lebih cerah dan panas pada siang hari dengan menjaga kecukupan cairan tubuh serta menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat yang berada di daerah dataran tinggi atau beraktivitas pada malam hingga pagi hari juga disarankan menyiapkan pakaian hangat mengingat suhu udara dapat terasa lebih dingin.

Sementara itu, masyarakat di wilayah yang masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, gangguan perjalanan, serta berkurangnya jarak pandang.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang rapuh saat terjadi hujan disertai petir dan angin kencang. Aktivitas di ruang terbuka juga sebaiknya dibatasi ketika cuaca buruk berlangsung.

“BMKG mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui berbagai kanal informasi BMKG,” tulis BMKG dalam keterangannya. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *