Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan Masih Lebar, Industri Dorong Edukasi Masyarakat
KVB Futures menilai peningkatan literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak seiring semakin tingginya minat masyarakat terhadap investasi.(Dok. KVB Futures Indonesia)

TINGKAT akses masyarakat terhadap layanan keuangan di Indonesia terus meningkat, namun pemahaman terhadap produk dan instrumen keuangan yang digunakan masih menjadi tantangan. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak, termasuk pelaku industri jasa keuangan, untuk memperkuat edukasi finansial agar masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara lebih bijak.

KVB Futures menilai peningkatan literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak seiring semakin tingginya minat masyarakat terhadap investasi. Di tengah bertambahnya pilihan instrumen investasi dan semakin dinamisnya pergerakan pasar keuangan global, masyarakat membutuhkan informasi yang akurat, mudah dipahami, dan bernilai edukatif untuk memahami peluang sekaligus risiko yang melekat pada setiap instrumen investasi.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan nasional tercatat sebesar 66,46 persen, sementara indeks inklusi keuangan telah mencapai 80,51 persen. Temuan tersebut menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan tumbuh lebih cepat dibandingkan tingkat pemahaman terhadap produk yang digunakan.

Presiden Direktur KVB Futures, Tonny Fong, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang yang besar bagi pelaku industri untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai produk keuangan dan investasi. “Pelaku industri masih memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara kerja, manfaat, dan risiko berbagai produk keuangan dan investasi,” ujar Tonny Fong dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun kesejahteraan finansial masyarakat. Pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan keuangan dan investasi dapat membantu individu membuat keputusan yang lebih tepat, mengelola risiko secara lebih baik, serta mempersiapkan kebutuhan keuangan jangka panjang.

Hal tersebut sejalan dengan temuan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) melalui OECD/INFE 2023 International Survey of Adult Financial Literacy. Studi tersebut mengungkap bahwa individu dengan tingkat literasi keuangan yang memadai memiliki tingkat kesejahteraan finansial rata-rata sekitar 10 poin lebih tinggi dibandingkan mereka yang belum mencapai standar minimum.

“Dari studi tersebut, kita menyadari tingkat literasi yang lebih tinggi berkaitan dengan daya tahan finansial yang lebih baik, termasuk kesiapan menghadapi guncangan ekonomi dan mengelola keuangan jangka panjang,” kata Tonny.

Selain meningkatkan pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan, edukasi juga dinilai penting untuk membantu masyarakat memahami karakteristik berbagai instrumen investasi, termasuk pasar derivatif yang terus berkembang di Indonesia. Pemahaman mengenai mekanisme pasar, potensi keuntungan, serta risiko yang menyertai instrumen derivatif menjadi aspek penting agar investor dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, KVB Futures melakukan kunjungan ke salah satu media massa guna menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan konten edukatif dan penyebaran informasi pasar yang lebih relevan bagi masyarakat. Kolaborasi antara pelaku industri dan media dinilai memiliki peran strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap wawasan keuangan yang berkualitas.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak bertukar pandangan mengenai perkembangan pasar valuta asing (valas), futures, serta instrumen komoditas seperti emas dan minyak yang pergerakannya dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan kondisi geopolitik. Diskusi juga menyoroti pentingnya menghadirkan informasi pasar yang tidak hanya cepat dan akurat, tetapi juga mampu membantu masyarakat memahami konteks di balik setiap pergerakan pasar.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus mendorong edukasi finansial dan meningkatkan literasi masyarakat terhadap pasar keuangan serta industri trading derivatif di Indonesia,” ujar Tonny.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan media memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi pasar yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas. “Kami percaya kolaborasi dengan media terpercaya memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi market yang lebih relevan, edukatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, KVB Futures juga memperkenalkan sejumlah inisiatif yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman serta keterlibatan nasabah. Di antaranya melalui Loyalty Program yang menawarkan berbagai keuntungan eksklusif bagi klien setia perusahaan.

Selain itu, perusahaan turut menghadirkan kampanye promosi bertema Piala Dunia yang diharapkan dapat memberikan pengalaman trading yang lebih interaktif dan kompetitif bagi para nasabah. Berbagai program tersebut dirancang untuk meningkatkan engagement sekaligus menjawab kebutuhan trader masa kini yang semakin dinamis.

Melalui berbagai inisiatif edukasi, kolaborasi strategis, dan pengembangan program bagi nasabah, KVB Futures berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat literasi keuangan masyarakat Indonesia, khususnya terkait pasar keuangan dan industri derivatif, sehingga masyarakat dapat memahami peluang dan risiko investasi secara lebih komprehensif. (E-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *