Harga Minyak Anjlok usai Kesepakatan Damai AS-Iran
ilustrasi(Magnific)

Harga minyak dunia mengalami koreksi tajam pada perdagangan awal pekan ini menyusul pengumuman mengejutkan terkait kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Langkah diplomatik ini secara langsung meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global, terutama dengan dibukanya kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Berdasarkan data perdagangan pada Senin (15/6) waktu Asia, harga minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), ambles 4,7% ke level US$80,89 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent yang menjadi patokan global melemah 4,03% ke posisi US$83,81 per barel.

Data Pasar Global (Senin, 15 Juni 2026)








Instrumen Harga/Level Perubahan
Minyak WTI US$80,89/barel -4,7%
Minyak Brent US$83,81/barel -4,03%
Nikkei 225 (Jepang) +5%
Kospi (Korea Selatan) >+5%

Normalisasi Selat Hormuz

Penurunan harga komoditas energi ini dipicu oleh peran Pakistan sebagai mediator yang berhasil membawa Washington dan Teheran pada kesepakatan penghentian operasi militer secara permanen. Kesepakatan ini mencakup seluruh front konflik, termasuk ketegangan di Lebanon.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi tercapainya kesepakatan tersebut dan memerintahkan pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur ini merupakan urat nadi distribusi energi dunia yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak mentah global.

“Saya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya dan sekaligus mencabut blokade angkatan laut Amerika Serikat. Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak kembali mengalir,” tegas Trump dalam pernyataannya.

Respons Pasar Saham dan Analisis

Sentimen perdamaian ini tidak hanya menekan harga minyak, tetapi juga memicu reli di bursa saham Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak hampir 5%, sementara indeks Kospi Korea Selatan melesat lebih dari 5% karena pelaku pasar optimis terhadap stabilitas ekonomi global ke depan.

Namun, analis SPI Asset Management, Stephen Innes, mengingatkan bahwa pasar saat ini masih dalam fase verifikasi. Meskipun kerangka gencatan senjata cukup untuk meredakan ketegangan jangka pendek, implementasi nyata di lapangan tetap menjadi kunci.

“Ini merupakan kesepakatan tahap awal. Pasar sekarang akan melihat proses verifikasi, mulai dari penandatanganan resmi di Swiss hingga pembersihan ranjau di jalur pelayaran,” ujar Innes. Ia menambahkan bahwa komitmen Iran dan stabilitas kelompok sekutu di kawasan akan menjadi faktor penentu keberlanjutan tren positif ini.

Dengan terbukanya kembali akses di kawasan Teluk, kekhawatiran akan kelangkaan pasokan minyak mulai terkikis, memberikan ruang bagi harga energi untuk kembali ke level fundamentalnya. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *