Ekspansi Fiber Optic dan FWA Dipercepat
Ekspansi fiber optik MoraRepublik.(Dok. Magnific)

PERUSAHAAN infrastruktur dan layanan digital, PT Ekamas Mora Republik Tbk atau MoraRepublic menargetkan penambahan 1,5 juta pelanggan pada 2026 setelah menyelesaikan penggabungan usaha dengan PT Eka Mas Republik. Target tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas ekosistem infrastruktur digital terintegrasi di Indonesia.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer PT Ekamas Mora Republik Tbk, Timotius Max Sulaiman, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan keberhasilan strategi perseroan dalam memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

“Perseroan berhasil menjaga momentum pertumbuhan yang sehat sepanjang tahun 2025 melalui penguatan bisnis inti berupa perluasan jaringan fiber optic, percepatan ekspansi FTTH dan FTTX, serta penguatan kapasitas jaringan untuk menjawab lonjakan kebutuhan konektivitas ritel maupun enterprise. Kami melihat kebutuhan konektivitas yang terus meningkat sebagai peluang jangka panjang yang akan terus kami optimalkan melalui investasi infrastruktur yang berkelanjutan,” ujar Timotius dalam Paparan Publik Tahunan di Jakarta, Senin (15/6).

MoraRepublic sebelumnya menyelesaikan penggabungan usaha dengan PT Eka Mas Republik pada 22 April 2026. Setelah merger efektif, jumlah homepass gabungan perusahaan meningkat menjadi lebih dari 12,7 juta homepass per 30 April 2026. Panjang jaringan fiber optic backbone dan access juga bertambah menjadi lebih dari 166 ribu kilometer.

Selain itu, jumlah pelanggan ritel gabungan tercatat lebih dari 2,6 juta pelanggan, sementara pelanggan enterprise mencapai lebih dari 17 ribu pelanggan. Pada pengembangan fixed wireless access atau FWA, perusahaan mencatat lebih dari 200 on-air sites FWA yang tersebar di 90 kota dan kabupaten di Indonesia.

Untuk menjaga momentum pascamerger, MoraRepublic menargetkan penambahan 5 juta homepass, perluasan jaringan FTTH ke 186 kota dan kabupaten, serta pembangunan lebih dari 1.000 sites FWA. Ekspansi tersebut diharapkan memperkuat cakupan layanan broadband perusahaan di segmen ritel maupun enterprise.

Dari sisi kinerja 2025, MoraRepublic mencatat pertumbuhan operasional dan keuangan. Jumlah homepass perusahaan sebelum penggabungan tumbuh sekitar 36% menjadi lebih dari 1 juta homepass, dari 788 ribu homepass pada tahun sebelumnya. Jumlah pelanggan ritel naik sekitar 46% menjadi lebih dari 330 ribu pelanggan, sedangkan pelanggan enterprise tumbuh sekitar 44 persen menjadi lebih dari 17 ribu pelanggan.

Panjang jaringan fiber optic perusahaan per 31 Desember 2025 mencapai sekitar 58 ribu kilometer. Kapasitas bandwidth juga meningkat sekitar 18% menjadi sekitar 38 Tbps.

Kinerja operasional tersebut turut mendorong pendapatan perusahaan. Pendapatan segmen ritel tumbuh sekitar 21 persen menjadi sekitar Rp1,3 triliun, sedangkan pendapatan wholesale meningkat menjadi sekitar Rp876 miliar. EBITDA tercatat sekitar Rp2 triliun, naik sekitar 9,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba bersih MoraRepublic melonjak sekitar 96,5 persen menjadi hampir Rp516 miliar pada 2025, dari sekitar Rp263 miliar pada tahun sebelumnya.

Di sisi jaringan backbone dan last-mile access, MoraRepublic juga mengembangkan Proyek Rising 8 yang menghubungkan Jakarta, Batam, hingga Singapura. Proyek ini menggunakan jaringan kabel fiber optic bawah laut sepanjang 1.128,5 kilometer dengan teknologi sistem repeater kabel bawah laut.

MoraRepublic merupakan perusahaan infrastruktur dan layanan digital terintegrasi yang lahir dari penggabungan PT Mora Telematika Indonesia Tbk dan PT Eka Mas Republik. Perusahaan mengintegrasikan jaringan backbone berkapasitas tinggi dengan layanan fiber to the home atau FTTH untuk menjangkau pelanggan secara langsung. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *