
KEPUTUSAN pelatih Pantai Gading, Emerse Faé, untuk memarkir Amad Diallo di bangku cadangan sempat mengundang tanya. Namun, penyerang muda Manchester United tersebut membuktikan kelasnya sebagai pembeda. Masuk sebagai pemain pengganti, Amad sukses menjadi pahlawan kemenangan Les Éléphants atas Ekuador dengan skor tipis 1-0 dalam laga sengit Piala Dunia 2026 di Philadelphia.
Pertandingan berjalan penuh tekanan bagi Pantai Gading. Di hadapan mayoritas suporter yang mendukung Ekuador, lini pertahanan mereka digempur habis-habisan. Ekuador bahkan mendapatkan peluang emas di 10 menit pertama ketika sang kapten, Enner Valencia, melepaskan tembakan yang melambung di atas mistar dari jarak dekat. Keberuntungan juga sempat menaungi Pantai Gading setelah dua peluang Ekuador dalam kurun waktu lima menit di babak pertama hanya membentur tiang gawang.
Beruntung, ketangguhan duet bek tengah Emmanuel Agbadou dan Wilfried Singo membuat gawang Pantai Gading tetap perawan. Berawal dari aksi solid di lini belakang, Singo melakukan akselerasi impresif hingga ke depan kotak penalti lawan. Ia kemudian melepaskan umpan tarik matang yang langsung disambar dengan sepakan mendatar kaki bagian dalam oleh Amad Diallo tepat di menit ke-90. Gol dramatis itu sekaligus mengakhiri kutukan 12 tahun tanpa kemenangan Pantai Gading di putaran final Piala Dunia.
Aksi heroik di menit-menit akhir seperti ini sebenarnya bukan hal baru bagi pemain kelahiran Abidjan, 11 Juli 2002 tersebut. Sejak didatangkan Manchester United pada Januari 2021, Amad dikenal sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa. Meski sempat menjalani masa peminjaman di Rangers dan Sunderland, ia berhasil menembus skuad utama Setan Merah. Salah satu momen ikoniknya di level klub adalah saat mencetak gol kemenangan dramatis di menit akhir babak perpanjangan waktu untuk menyingkirkan Liverpool dari FA Cup pada Maret 2024 lalu.
Ketajaman Amad juga kian terasah di musim 2024/2025 bersama Setan Merah, termasuk torehan hat-trick pertamanya ke gawang Southampton. Kini di usia 23 tahun, Amad membuktikan dirinya tidak hanya menjadi aset masa depan bagi Manchester United, tetapi juga tumpuan dan juru selamat bagi negaranya di panggung sebesar Piala Dunia. (FIFA/Football360/Manchester United/Z-2)
