Masyarakat Diminta Bantu Pemerintah Lewati Gejolak Ekonomi
Fithrat Irfan(dok.istimewa)

MASYARAKAT, kalangan akademisi, dan mahasiswa diminta untuk tetap menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik yang sedang dihadapi Indonesia. Situasi ekonomi yang dipengaruhi dinamika global tidak seharusnya dimanfaatkan untuk memecah belah masyarakat atau mengganggu stabilitas nasional.

Hal itu diterangkan seorang aktivis Fithrat Irfan. Dia menambahkan bahwa perjalanan bangsa Indonesia dibangun melalui perjuangan panjang para pendiri bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita tidak boleh dipecah belah hanya karena kepentingan politik kelompok tertentu. Bangsa ini dibangun dengan pengorbanan besar dan harus terus dijaga bersama,” ujar Fithrat, dalam keterangan resmi, Jakarta, Minggu (14/6).

Komisaris Independen PT Electronic Data Interchange Indonesia, anak perusahaan Pelindo Group, tersebut mengingatkan agar masyarakat tetap bersikap kritis terhadap berbagai isu politik dan ekonomi yang berkembang. Namun, kritik terhadap pemerintah, menurut dia, harus disampaikan secara konstruktif dan tidak didorong oleh kepentingan politik tertentu.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berpotensi memicu perpecahan, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang masih menghadapi ketidakpastian akibat konflik geopolitik internasional.

Fithrat menilai pelemahan nilai tukar rupiah maupun fluktuasi pasar keuangan yang sempat terjadi tidak dapat dilepaskan dari kondisi global, termasuk ketegangan geopolitik yang memengaruhi perekonomian berbagai negara.

Peristiwa ini bukan semata-mata persoalan yang hanya dihadapi Indonesia. Banyak negara juga menghadapi tekanan ekonomi akibat situasi geopolitik dan ekonomi global yang tidak menentu,” katanya.

Menurut Fithrat, setiap negara memiliki strategi masing-masing dalam menghadapi tantangan tersebut. Ia menilai pemerintah Indonesia saat ini tengah berupaya melakukan berbagai langkah pemulihan ekonomi dan menjaga kepercayaan investor.

Ia juga mengapresiasi sejumlah langkah yang dilakukan pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurut dia, upaya tersebut terlihat dari kondisi pasar yang mulai menunjukkan perbaikan setelah sempat mengalami tekanan.

Lebih lanjut, Fithrat meminta masyarakat memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjalankan program pembangunan dan reformasi yang tengah dilakukan. Ia menilai proses pembangunan nasional membutuhkan waktu dan tidak dapat menghasilkan perubahan secara instan.

“Tidak ada negara besar yang tumbuh tanpa menghadapi berbagai tantangan. Semua membutuhkan proses panjang, termasuk Indonesia,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Fithrat mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat kebangsaan dan menjaga persatuan di tengah berbagai perbedaan pandangan.

“Jangan pernah lelah mencintai bangsa dan negara ini. Indonesia merdeka karena perjuangan para pendahulu kita. Jangan sampai perjuangan itu menjadi sia-sia karena kita terpecah belah,” kata Fithrat. (Cah/P-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *