
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Aceh Barat meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mencatat sejak dua pekan luas area yang terbakar mencapai 34,1 hektare.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal mengakui bahwa karhutla di Aceh meluas. Meskipun demikian, ia mengatakan api sudah bisa dipadamkan di sebagian wilayah yang terbakar.
“Sebagian besar lokasi kebakaran sudah berhasil kami padamkan,” ujarnya dikutip Senin (15/6).
Wilayah terdampak Karhutla meliputi Kecamatan Bubon di Desa/Gampong Berawang (15 Ha) dan Gampong Kuta Padang Layung (10 Ha), Kecamatan Samatiga yaitu di Desa/Gampong Cot Seumeurueng seluas 4 Ha, Kecamatan Meureubo di Desa/Gampong Ujong Tanoh Darat (2,6 Ha), Kecamatan Johan Pahlawan meliputi Desa/Gampong Lapang (1 Ha) dan Gampong Seunebok (0,5 Ha), dan Kecamatan Arongan Lambalek di Gampong Gunung Pulo (1 Ha).
Teuku Ronal mengatakan pemadaman kebakaran di Kabupaten Aceh Barat telah berlangsung maraton sejak 31 Mei 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi dukungan untuk pemadaman lewat udara.
Operasi pemadaman, kata dia, terkendala angin kencang serta kepulan asap tebal di lokasi sehingga jarak pandang lebih pendek. Selain itu, akses jalan yang sulit membuat kendaraan roda empat tidak bisa melewati untuk memadamkan api secara langsung.
Akibat karhutla di Aceh Barat, Teuku Ronal mengatakan terjadi kerusakan vegetasi dan masyarakat mulai terganggu dengan kabut asap yang berpotensi menimbulkan gangguan pernafasan.
Penanganan Karhutla selain melibatkan personel BPBD Aceh Barat, kata dia, dibantu oleh Kodim 0105 Aceh Barat dan Koramil setempat, Polres Aceh Barat dan Polsek setempat, Pos Damkar Woyla, petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV, UKM PK Universitas Teuku Umar (UTU) serta masyarakat. (Ant/H-4)
