Ini Alasan Sir Gareth Southgate Tolak Jadi Komentator Piala Dunia 2026
Mantan pelatih Inggris, Sir Gareth Southgate, mengungkap alasannya menolak tawaran stasiun TV untuk menjadi pengamat di Piala Dunia. Demi jaga kondusifitas tim?(AFP)

MANTAN manajer Timnas Inggris, Sir Gareth Southgate, mengungkapkan ia menolak tawaran pekerjaan sebagai pengamat (pundit) di Piala Dunia. Langkah ini diambil karena ia menilai kehadirannya di layar kaca tidak akan “membantu” peluang bagi tim nasional saat ini.

Southgate memutuskan mundur dari jabatannya setelah Inggris dikalahkan oleh Spanyol di final Euro 2024. Pria berusia 55 tahun tersebut tercatat telah memimpin Inggris dalam 102 pertandingan selama delapan tahun. Ia sukses mengantarkan The Three Lions ke dua final Kejuaraan Eropa dan semifinal Piala Dunia 2018.

“Ini jelas turnamen yang sangat berbeda bagi saya kali ini, saya telah menghadiri tujuh Piala Dunia terakhir sebagai pemain, sebagai penyiar, pencari bakat, dan kemudian sebagai manajer,” kata Southgate dalam sebuah unggahan di Instagram.

“Jadi kali ini saya mengambil keputusan sadar untuk tidak tampil di TV. Saya rasa tidak akan membantu jika saya berbicara tentang tim dan saya tidak ingin ada hal yang disalahartikan atau dilontarkan kepada mereka dalam konferensi pers, jadi yang terbaik bagi saya adalah menjauh.”

Inggris sendiri dijadwalkan memulai kampanye Piala Dunia mereka pada hari Rabu mendatang melawan Kroasia di Arlington, Texas. Setelah itu, mereka akan menghadapi Ghana pada Selasa, 23 Juni, dan Panama pada Sabtu, 27 Juni.

Selain Sir Alf Ramsey yang memenangkan Piala Dunia 1966, Southgate adalah satu-satunya manajer yang berhasil membawa tim putra Inggris ke final turnamen besar. Meski kini sudah tidak memimpin tim, Southgate meyakini bahwa skuad Inggris saat ini sudah “siap untuk menang” di Piala Dunia.

“Semoga berhasil untuk semua anak-anak,” ujar Southgate. “Saya tahu semua malam fase gugur besar yang telah kita lewati berarti mereka akan penuh percaya diri memasuki turnamen ini. Mereka telah mengatasi begitu banyak hambatan untuk menang, adu penalti, semifinal, sudah sangat dekat, dan mereka siap untuk menang. Semoga semua orang mendapatkan bulan yang luar biasa, dan saya akan tetap menjauh.”

Di sisi lain, gelandang Inggris Jude Bellingham sempat menyinggung atmosfer tim selama Euro 2024 lalu. Menurutnya, besarnya “ekspektasi” membuat kerja sama kelompok tidak terhubung “sebaik yang seharusnya,” dan para pemain “perlu merasa dicintai” pada musim panas ini.

“Kami telah tampil baik di 2018 dan tampil baik di Qatar [untuk Piala Dunia 2022], dan ketika turnamen itu tiba, kami dipandang sebagai satu dari dua atau tiga tim yang harus memenangkannya,” kata Bellingham mengenai kampanye Euro 2024 mereka.

“Kami tidak bermain dengan sangat baik, jadi bahkan ketika kami menang, Anda tidak merasakan perasaan bahwa Anda sebahagia yang seharusnya.”

Sementara itu, di luar urusan sepak bola, Southgate saat ini terlibat dalam sebuah dokumenter baru BBC. Dalam program tersebut, ia membahas krisis yang ia rasa tengah dihadapi oleh anak-anak dan pemuda, serta mengeksplorasi apa yang membentuk sikap dan pandangan generasi saat ini. (BBC/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *