
PELATIH Timnas Qatar, Julen Lopetegui, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya setelah anak asuhnya sukses menahan imbang Swiss 1-1 pada laga pembuka Grup B Piala Dunia, Sabtu waktu setempat. Gol telat Boualem Khoukhi di masa injury time tidak hanya menggagalkan kemenangan Swiss, tetapi juga menorehkan poin pertama sepanjang sejarah keikutsertaan Qatar di ajang Piala Dunia.
Qatar, yang baru tampil untuk kedua kalinya di Piala Dunia setelah menjadi tuan rumah pada edisi 2022, sempat tampil kaku akibat persiapan yang terganggu perang di Timur Tengah. Laga melawan Swiss ini bahkan baru menjadi pertandingan ketiga mereka sejak Desember tahun lalu. Kendati demikian, disiplin dan kerja keras para pemain berhasil meredam agresivitas Swiss yang melepaskan hingga 26 tembakan.
“Saya sangat bangga dengan tim ini,” ujar Lopetegui, pelatih asal Spanyol tersebut.
“Saya katakan kepada mereka bahwa meskipun kami tidak mencetak gol dan tidak meraih hasil imbang, saya akan tetap bangga dengan mentalitas dan disiplin yang mereka tunjukkan hari ini. Namun beruntung kami mencetak gol, dan itu adalah sejarah.”
Bagi Lopetegui sendiri, laga di San Francisco Bay Area ini menjadi momen bersejarah karena merupakan debutnya sebagai pelatih di panggung Piala Dunia, delapan tahun lebih lambat dari yang ia bayangkan setelah batal melatih Spanyol di Piala Dunia 2018 akibat dipecat menjelang turnamen.
Sempat Tertinggal dan Di bawah Tekanan
Swiss, yang difavoritkan memenangkan laga, langsung memecah kebuntuan pada menit ke-13 lewat eksekusi penalti Breel Embolo. Penalti diberikan setelah kiper Qatar, Mahmoud Abunada, menjatuhkan Remo Freuler di kotak terlarang. Di bawah terik matahari California, Swiss terus mendominasi permainan, namun gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas untuk membunuh laga lebih cepat.
Petaka bagi Swiss datang pada menit ke-94. Memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan, pemain veteran berusia 35 tahun, Boualem Khoukhi, melepaskan sundulan tajam di tiang jauh yang mengoyak gawang Gregor Kobel. Gol tersebut langsung memicu perayaan emosional di bangku cadangan Qatar.
Lopetegui pun mengakui ada faktor keberuntungan di balik hasil imbang yang dramatis ini. Namun, ia menilai keberuntungan itu tidak datang begitu saja tanpa perjuangan keras di lapangan.
“Kami sedikit beruntung di beberapa momen, tetapi Anda harus percaya dan bekerja keras untuk mendapatkan sedikit keberuntungan dalam hidup dan olahraga. Jadi, kami sangat gembira untuk para pemain,” pungkas Lopetegui.
Setelah pertandingan bersejarah ini, Qatar dijadwalkan akan menantang salah satu tuan rumah, Kanada, di Vancouver pada hari Kamis mendatang. Sementara itu, Swiss akan berhadapan dengan Bosnia di Los Angeles pada hari yang sama. (AFP/Z-2)
