Pemerintah Klaim Harga Pertamax di Indonesia Lebih Murah dari Negara Tetangga
Ilustrasi(MI/AGUNG WIBOWO)

Pemerintah melalui kementerian terkait memberikan penjelasan mengenai posisi harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax di pasar domestik. Dalam keterangan terbaru, ditegaskan bahwa harga jual Pertamax di Indonesia saat ini masih tergolong lebih murah dan kompetitif jika dibandingkan dengan harga BBM sejenis di negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Klaim ini didasarkan pada perbandingan harga retail yang berlaku di beberapa negara ASEAN. Pemerintah menyebutkan bahwa kebijakan penyesuaian harga yang dilakukan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi nasional, meskipun fluktuasi harga minyak mentah dunia terus terjadi.

Perbandingan Harga di Kawasan ASEAN

Dalam penjelasannya, pemerintah menyoroti bahwa beberapa negara tetangga seperti Singapura, Thailand, dan Filipina memiliki harga BBM dengan oktan setara (RON 92) yang jauh di atas harga Pertamax. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kebijakan subsidi, struktur pajak, serta ketergantungan terhadap impor minyak di masing-masing negara.

Meskipun terdapat perbedaan harga, pemerintah memastikan bahwa kualitas bahan bakar yang disalurkan kepada masyarakat tetap memenuhi standar yang ditetapkan. Penggunaan BBM nonsubsidi seperti Pertamax juga terus didorong untuk mendukung performa mesin kendaraan yang lebih baik dan emisi yang lebih rendah.

Catatan Redaksi: Data mengenai rincian angka perbandingan harga spesifik per liter di tiap negara saat ini sedang dalam tahap validasi lebih lanjut untuk memastikan akurasi data terbaru sesuai dengan kurs Mata Uang Rupiah yang berlaku.

Faktor Penentu Harga BBM

Pemerintah menjelaskan bahwa penentuan harga BBM nonsubsidi di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain:

  • Pergerakan harga minyak mentah dunia (Crude Oil).
  • Nilai tukar Mata Uang Rupiah terhadap dolar AS.
  • Biaya operasional distribusi dan margin perusahaan.

Hingga saat ini, pemerintah terus memantau perkembangan pasar energi global untuk memastikan bahwa harga energi di dalam negeri tetap terjangkau bagi masyarakat luas tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.

Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam menggunakan energi dan mulai beralih ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan guna mendukung program transisi energi nasional.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *