
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa hingga saat ini, luasan lahan cetak sawah di Papua telah mencapai 80 ribu hektare.
“Total sekarang 80 ribu (untuk) 2025 dan 2026, 80 ribu hektare. Sekarang sebagian berproduksi, sebagian sementara berjalan. Ini yang tahun lalu kurang lebih 30 ribu hektare. Kemudian tahun ini itu kurang lebih 50 ribu hektare. Di sana dulu saat kunjungan itu (produksinya) 3 ton per hektare, bisa naik menjadi 7 ton (per hektare), 5 ton (per hektare),” kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (11/6).
Lebih lanjut, Amran menambahkan bahwa program cetak sawah akan dilakukan dengan metode mekanisasi secara penuh.
“Jadi bukan lagi kalau mencangkul, kami juga dari kampung dulu mencangkul tanam padi. Sekarang kita gunakan traktor, alat pertanian canggih. Tadi ada dari itu kabupaten apa yang tadi 20 hektare, mencangkul. Langsung kami kirim traktor. Kirim traktor, insya Allah minggu ini kita kirim, mudah-mudahan dalam perjalanan 2 minggu, 3 minggu sudah tiba di sana. Traktornya ratusan totalnya,” sambung Amran.
Dirinya pun menjelaskan bahwa metode mekanisasi secara penuh pada program cetak sawah bertujuan agar program cetak sawah tersebut benar-benar berjalan sepenuhnya.
“Setiap kita cetak sawah, langsung diikuti dengan teknologi. Kenapa? Karena kalau luasan hamparan puluhan ribu, bahkan nanti ratusan ribu dengan kakao, kalau manual tidak mungkin. Pasti nanti sawahnya tidak dikerjakan. Jadi khusus sawah harus menggunakan modern, traktor, alat-alat modern,” tandasnya. (E-4)
