
Amerika Serikat melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak di Teluk Oman setelah menuduh kapal tersebut melanggar blokade Amerika dengan “mencoba mengangkut minyak dari Iran”.
Dalam unggahannya di platform X, Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan sebuah pesawat militer melepaskan tembakan “amunisi presisi” ke ruang mesin kapal Settebello yang berbendera Palau. Langkah ini diambil “setelah kru kapal berulang kali gagal mematuhi arahan dari pasukan Amerika”.
Pemerintah India melaporkan tiga pelaut asal India dinyatakan hilang, sementara 21 awak kapal lainnya yang juga warga negara India berhasil diselamatkan setelah serangan terhadap Settebello di lepas pantai Oman tersebut. Pihak New Delhi menegaskan bahwa “penargetan terhadap pelayaran komersial dan infrastruktur sipil di wilayah tersebut harus diakhiri”.
Buntut dari insiden ini, pemerintah India langsung memanggil wakil kepala perwakilan diplomatik AS di Delhi untuk menyampaikan protes resmi.
Blokade Laut AS di Jalur Strategis
Militer AS menutup akses ke pelabuhan-pelabuhan Iran setelah Teheran secara efektif menutup Selat Hormuz di tengah konflik yang sedang berlangsung. Selat tersebut merupakan jalur krusial yang dilewati sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.
Menurut data Centcom, pasukan AS telah melumpuhkan delapan kapal dan mengalihkan 134 kapal lainnya sejak memberlakukan blokade laut ini pada 13 April.
Insiden Settebello ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Awal pekan ini, pasukan AS juga menembak kapal tanker lain berbendera Palau bernama Marivex yang berawak warga India di Teluk Oman karena mengabaikan instruksi AS. Beruntung, seluruh 24 kru Marivex berhasil dievakuasi oleh militer Oman.
Ketegangan AS-Iran Kian Meruncing
Di sisi lain, ketegangan antara Iran dan AS sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Presiden Donald Trump bahkan mengancam akan memukul Iran “dengan keras” karena dinilai mengulur-ulur waktu untuk menandatangani kesepakatan damai. Trump juga menuding Teheran menganggap remeh Amerika Serikat.
Pernyataan keras Trump ini menyusul aksi saling balas serangan udara setelah sebuah helikopter militer Amerika jatuh pada Senin lalu. Di pihak lawan, Iran menuduh AS telah melanggar perjanjian gencatan senjata.
Konflik bersenjata ini pertama kali pecah pada 28 Februari lalu, dipicu oleh serangan udara AS dan Israel ke Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut. Iran membalas dengan menggempur Israel dan negara-negara sekutu AS di Teluk, hingga akhirnya menyeret Lebanon ke dalam pusaran konflik pada Maret.
Meskipun AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua minggu pada April, situasi di lapangan kini kembali memanas. (BBC/Z-2)
