Relawan: Kenaikan Harga Pertamax tidak Terelakkan
ilustrasi(Antara)

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali menjadi perhatian masyarakat seiring meningkatnya harga energi global dalam beberapa waktu terakhir. Fluktuasi harga minyak dunia yang dipengaruhi berbagai faktor geopolitik dinilai turut memberikan dampak terhadap penyesuaian harga BBM di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Ketua Umum Laskar Trisakti 08, Fernando Rorimpandey, menilai perubahan harga Pertamax merupakan konsekuensi yang sulit dihindari karena mengikuti perkembangan harga energi di pasar internasional. Menurut Fernando, harga BBM nonsubsidi pada prinsipnya bersifat dinamis dan dapat mengalami kenaikan maupun penurunan sesuai dengan kondisi pasar global.

“Harga BBM nonsubsidi memang sangat dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak dunia. Ketika harga energi global mengalami kenaikan, tentu akan memberikan tekanan terhadap harga jual di dalam negeri. Sebaliknya, jika harga dunia turun, harga BBM juga berpotensi mengalami penyesuaian,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/6).

Fernando menambahkan bahwa pemerintah tetap mempertahankan komitmen untuk menjaga akses masyarakat terhadap BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar agar sektor ekonomi masyarakat tetap berjalan. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ia juga menilai bahwa tekanan harga energi saat ini tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga berbagai negara lain yang menghadapi dampak ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas internasional. Meski demikian, Fernando menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini berbeda dibandingkan periode krisis ekonomi pada akhir 1990-an. Menurutnya, fundamental ekonomi nasional masih relatif terjaga dan didukung oleh sistem demokrasi serta stabilitas sektor keuangan yang lebih baik.

“Situasi saat ini berbeda dengan kondisi krisis yang pernah terjadi sebelumnya. Tantangan memang ada, tetapi fondasi ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih kuat dan berbagai instrumen pengelolaan ekonomi juga lebih siap menghadapi gejolak global,” katanya.

Fernando mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang dapat memicu kepanikan di tengah situasi ekonomi global yang dinamis. Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga stabilitas dan mendukung berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi yang berasal dari faktor eksternal.

“Kita perlu melihat situasi ini secara objektif. Tantangan yang terjadi saat ini tidak hanya dihadapi Indonesia, tetapi juga banyak negara lain. Karena itu, diperlukan kerja sama dan optimisme agar perekonomian nasional tetap tumbuh dan stabil,” tutup Fernando. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *