
EKOSISTEM startup di berbagai negara masih menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun di tengah pertumbuhan tersebut, founder perempuan masih menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan akses pendanaan dan dukungan investasi yang setara.
Riset terbaru Aurora yang melibatkan lebih dari 900 founder dari 127 negara menemukan bahwa founder perempuan masih menghadapi tantangan berupa ‘competence scepticism’ atau keraguan terhadap kemampuan mereka, serta tuntutan pencapaian bisnis yang lebih tinggi.
Kondisi tersebut menjadi hal yang mendorong peluncuran Aurora Ventures, program investasi tahap awal yang berfokus mendukung founder perempuan di emerging markets. Program tersebut juga mendapat dukungan dari inDrive, platform mobility dan delivery global yang telah berkembang menjadi unicorn di berbagai negara berkembang.
Peluncuran tersebut dilakukan setelah penyelenggaraan Aurora Tech Award 2026 di Santiago, Chile, yakni wadah bagi founder perempuan teknologi dari 127 negara untuk mendapatkan akses pendanaan, jaringan global, dan peluang pengembangan bisnis. Tahun ini, ajang tersebut mencatat rekor lebih dari 3.400 pendaftar dari berbagai negara. Salah satu founder asal Nigeria, Adeola Ayoola-Famasi, berhasil masuk dalam jajaran 10 finalis terbaik.
Selain Adeola, daftar finalis juga diisi oleh founder perempuan dari berbagai negara berkembang, di antaranya Adriana Gonzalez-Tizo (Panama), Angela Acosta-Morado (Kolombia), Catalina Isaza dari Innmetec (Kolombia), Estefania Abello dari Muta (Kolombia), Maria Kawas dari Domestik (Chile), Mariana Zuliani dari OncoAI (Brasil), Mercedes Bidart dari Quipu (Kolombia), Patricia Florencia dari Pilou (Meksiko), serta Penny Musengi dari Pesira Technologies (Kenya).
Program tersebut dibentuk berdasarkan data dan pengalaman selama lima tahun penyelenggaraan Aurora Tech Award yang menunjukkan masih besarnya kesenjangan akses pendanaan bagi founder perempuan, khususnya di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, Afrika, dan Amerika Latin. Meski banyak startup perempuan menunjukkan pertumbuhan bisnis yang kuat dan efisien, mereka dinilai masih sering undervalued dan kurang mendapat perhatian dari investor tradisional.
Melalui program tersebut akan diberikan investasi sebesar US$180 ribu hingga US$250 ribu pada tahap pengembangan awal dan pendanaan awal startup. Selain pendanaan, juga akan disediakan akses jaringan, mentoring, serta dukungan operasional untuk membantu startup berkembang menuju tahap pendanaan berikutnya dengan peluang yang lebih setara.
Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, mengatakan bahwa dukungan terhadap Aurora Ventures sejalan dengan komitmen inDrive dalam mendorong akses dan kesempatan yang lebih adil bagi semua pihak, termasuk para founder perempuan di emerging markets. “Kami lahir dan berkembang dengan menghadapi berbagai tantangan besar di industri. Kami melihat semangat yang sama juga dimiliki oleh banyak founder perempuan di emerging markets saat ini. Karena itu, dukungan ini bukan hanya soal inisiatif sosial, tetapi juga tentang membuka peluang besar yang selama ini kurang mendapatkan perhatian,” kata Rio, dalam keterangan resminya, Selasa, (9/6). (H-3)
