Observatorium Bosscha Siapkan Infrastruktur untuk Kunjungan Umum Juni 2026
Observatorium Bosscha di Bandung Barat.(Dok. Antara)

PENGELOLA Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tengah melakukan persiapan intensif untuk membuka kembali program kunjungan bagi masyarakat umum. Fokus utama saat ini mencakup pembenahan infrastruktur penunjang serta kesiapan sumber daya manusia (SDM).

Peneliti Observatorium Bosscha, Yatny Yulianty, mengungkapkan bahwa observatorium yang dikelola oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut belum dibuka untuk publik secara luas karena proses persiapan dilakukan secara bertahap.

“Sedang dalam persiapan untuk program kunjungan bagi masyarakat umum. Persiapan yang kita lakukan bertahap, terutama infrastruktur penunjang,” ujar Yatny dalam keterangannya di Bandung Barat, Minggu (7/6/2026).

Pertimbangan Keamanan dan Kenyamanan

Yatny menjelaskan bahwa kapasitas dan daya dukung fasilitas saat ini masih dievaluasi. Aspek kenyamanan dan keamanan pengunjung menjadi prioritas utama sebelum gerbang observatorium tertua di Indonesia ini benar-benar dibuka untuk massa dalam jumlah besar.

Terkait target pembukaan, pihak pengelola memproyeksikan program ini dapat berjalan dalam waktu dekat, bergantung pada kecepatan penyelesaian teknis di lapangan.

“Mudah-mudahan paling cepat di bulan Juni ini bisa selesai, atau mungkin di bulan Juli. Kami juga mempertimbangkan SDM yang terbatas karena harus melaksanakan program lainnya di luar Bosscha,” tambahnya.

Rencana Tur Malam dan Pengamatan Bintang

Selain kunjungan siang hari, pengelola juga tengah mengkaji peluang penyelenggaraan tur malam. Program ini nantinya memungkinkan pengunjung untuk melakukan pengamatan benda langit secara langsung menggunakan teleskop.

Namun, Yatny menekankan bahwa tur malam sangat bergantung pada faktor eksternal yang tidak bisa dikendalikan, seperti kondisi cuaca dan tingkat kecerahan langit (sky brightness).

“Tur malam belum bisa juga karena cuaca berpengaruh. Kita melihat dulu bagaimana peluang langitnya agar cerah supaya mendukung pelaksanaan tur di malam hari. Intinya semua situasional,” pungkasnya.

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, disarankan untuk terus memantau informasi resmi dari pihak ITB dan pengelola Bosscha guna memastikan jadwal operasional terbaru serta prosedur pendaftaran yang akan diberlakukan dalam Mata Uang Rupiah untuk biaya retribusi jika ada. (Ant/H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *