Jemaah Haji Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Imbau Pemulihan Fisik
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menyapa jemaah haji yang tiba di Madinah usai puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).(MI/Dok MCH 2026)

FASE kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Kota Madinah resmi dimulai. Sebanyak 5.499 jemaah dilaporkan telah memadati Kota Nabi pada Minggu (8/6/2026) setelah menyelesaikan seluruh rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kedatangan rombongan ini menjadi babak baru bagi jemaah sebelum nantinya bertolak kembali ke Tanah Air. Mengingat beratnya beban fisik selama fase Armuzna, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan imbauan khusus agar jemaah memprioritaskan pemulihan stamina.

“Di Madinah ini tempat bergembira, lebih santai, lebih rileks. Kita berharap jemaah jangan menguras tenaga lagi karena tenaga mereka sudah banyak digunakan selama menjalani rangkaian ibadah haji di Makkah dan Armuzna,” ujar Dahnil saat meninjau kedatangan jemaah di Madinah.

Fokus Kesehatan dan Layanan Ekstra

Dahnil menekankan bahwa pergerakan gelombang kedua ini memerlukan perhatian medis dan pelayanan yang lebih intensif. Berdasarkan data evaluasi tahunan, kondisi fisik jemaah cenderung menurun (drop) menjelang fase kepulangan akibat akumulasi kelelahan.

Ia meminta jemaah untuk bersikap realistis dalam menjalankan ibadah sunnah dan tidak memaksakan target fisik yang melampaui batas kemampuan.

“Pesan kami yang paling penting adalah kesehatan dan keselamatan. Jangan memaksakan diri. Nikmati ibadah sebagaimana mestinya dan sewajarnya,” tegasnya.

Data Kedatangan Jemaah Gelombang II di Madinah:








Kategori Keterangan
Jumlah Jemaah 5.499 Orang
Waktu Kedatangan Minggu, 7 Juni (Waktu Arab Saudi)
Lokasi Akomodasi Kawasan Markaziyah (Dekat Masjid Nabawi)
Jarak Terdekat Hotel ± 50 Meter dari Masjid Nabawi

Fasilitas Akomodasi dan Akses Raudhah

Untuk mendukung proses pemulihan jemaah, Kementerian Haji dan Umrah telah memastikan seluruh hotel bagi jemaah gelombang kedua berada di lokasi strategis. Kebijakan zonasi ini bertujuan agar jemaah tidak perlu menghabiskan banyak energi untuk menjangkau tempat ibadah.

“Semua jemaah di Madinah mendapatkan hotel yang dekat. Ada yang hanya sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi, sementara yang lain berada di kawasan Markaziyah yang juga dekat dan mudah dijangkau,” tambah Dahnil.

Selain masalah akomodasi, petugas juga telah menyiapkan skema penjadwalan khusus untuk masuk ke Raudhah. Langkah ini diambil agar jemaah dapat berziarah dengan tertib tanpa harus mengantre panjang yang berisiko menguras fisik.

Fase di Madinah ini diharapkan menjadi momen kontemplasi yang tenang bagi para tamu Allah. Pemerintah berharap jemaah dapat menjaga ritme ibadah mereka agar tetap bugar hingga jadwal kepulangan ke Indonesia tiba. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *