Daftar Denda Tilang Operasi Patuh 2026 dan Jenis Pelanggarannya
Petugas Satlantas Polres Metro Tangerang Kota mencetak bukti tilang elektronik menggunakan perangkat tilang elektronik portabel (ETLE Handheld) terhadap kendaraan yang melanggar larangan parkir di Jalan Daan Mogot, Tangerang, Banten, Kamis (7/5/2026). Korl(ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.)

KORLANTAS Polri resmi menggelar Operasi Patuh 2026 secara serentak di seluruh Indonesia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai dari 8 hingga 21 Juni 2026. Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan.

Pada pelaksanaan tahun ini, terdapat penyesuaian strategi di mana porsi tilang manual meningkat menjadi 30 persen, mendampingi sistem tilang elektronik (ETLE). Masyarakat diimbau untuk melengkapi surat-surat kendaraan dan mematuhi rambu lalu lintas guna menghindari sanksi denda yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Daftar 10 Pelanggaran Prioritas Operasi Patuh 2026

Meskipun penindakan disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing, terdapat 10 jenis pelanggaran utama yang menjadi incaran petugas di lapangan, khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya:

  • Kendaraan tanpa pelat nomor (TNKB).
  • Berkendara melawan arus.
  • Pengendara motor tidak menggunakan helm standar (SNI).
  • Motor berboncengan lebih dari satu orang.
  • Menggunakan ponsel saat berkendara.
  • Melanggar marka jalan atau bahu jalan.
  • Tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt).
  • Melanggar batas kecepatan yang ditentukan.
  • Pengendara di bawah umur (tidak memiliki SIM).
  • Berkendara dalam pengaruh minuman keras/alkohol.

Rincian Besaran Denda Tilang Operasi Patuh 2026

Besaran denda dalam Mata Uang Rupiah bervariasi tergantung pada jenis pelanggaran yang dilakukan. Berikut adalah rincian denda maksimal berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009:














Jenis Pelanggaran Dasar Hukum Denda Maksimal (Rupiah)
Tanpa Pelat Nomor / STNK Pasal 280 & 288 (1) Rp 500.000
Melawan Arus Pasal 287 Rp 500.000
Tidak Pakai Helm SNI Pasal 291 (1) Rp 250.000
Boncengan Lebih dari 1 Pasal 292 Rp 250.000
Menggunakan HP saat Mengemudi Pasal 283 Rp 750.000
Melanggar Marka Jalan Pasal 287 (1) Rp 500.000
Tidak Pakai Sabuk Pengaman Pasal 289 Rp 250.000
Melanggar Batas Kecepatan Pasal 287 (5) Rp 500.000
Tidak Memiliki SIM (Bawah Umur) Pasal 281 Rp 1.000.000
Pengaruh Minuman Keras Pasal 283 Rp 750.000

Catatan Penting: Selain sanksi denda dalam Mata Uang Rupiah, pelanggar juga dapat dikenakan sanksi pidana kurungan dengan durasi yang bervariasi antara 1 hingga 4 bulan, tergantung pada bobot pelanggaran yang dilakukan.

FAQ Operasi Patuh 2026

Kapan Operasi Patuh 2026 dilaksanakan?

Operasi ini berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 8 Juni hingga 21 Juni 2026 secara serentak di seluruh Indonesia.

Apakah ada tilang manual dalam Operasi Patuh 2026?

Ya, porsi tilang manual pada operasi kali ini ditingkatkan menjadi 30 persen untuk menjangkau pelanggaran yang tidak terdeteksi oleh kamera ETLE.

Berapa denda maksimal jika tidak memiliki SIM?

Berdasarkan Pasal 281 UU LLAJ, pengendara yang tidak memiliki SIM dapat dikenakan denda maksimal sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) atau pidana kurungan paling lama 4 bulan.

Tips Menghindari Tilang Selama Operasi Patuh 2026

Agar perjalanan Anda tetap aman dan terhindar dari sanksi denda dalam Mata Uang Rupiah yang cukup besar, berikut adalah langkah preventif yang perlu diperhatikan:

  • Cek Kelengkapan Surat: Pastikan STNK masih berlaku dan Anda membawa SIM yang sesuai dengan jenis kendaraan.
  • Periksa Atribut Kendaraan: Pastikan pelat nomor (TNKB) terpasang dengan jelas dan tidak dimodifikasi, serta lampu utama dan lampu sein berfungsi normal.
  • Gunakan Perlengkapan Keselamatan: Selalu gunakan helm SNI bagi pengendara motor dan sabuk pengaman bagi pengemudi serta penumpang mobil.
  • Fokus Berkendara: Hindari penggunaan ponsel atau melakukan aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi saat berada di jalan raya.

Prosedur Pembayaran Denda Tilang

Jika Anda terkena tilang, baik melalui mekanisme tilang manual maupun elektronik (ETLE), berikut adalah prosedur resmi pembayarannya:

1. Melalui Kode BRIVA (E-Tilang):

Petugas akan memberikan nomor registrasi tilang. Anda dapat membayar denda melalui ATM, Mobile Banking, atau teller bank yang ditunjuk tanpa harus datang ke pengadilan.

2. Melalui Situs Resmi Kejaksaan:

Kunjungi laman infotilang.kejaksaan.go.id, masukkan nomor berkas tilang untuk melihat besaran denda yang diputuskan hakim, lalu lakukan pembayaran secara daring.

3. Pengambilan Barang Bukti:

Setelah denda dibayarkan, Anda dapat mengambil barang bukti (SIM/STNK/Kendaraan) di kantor Kejaksaan Negeri setempat dengan menunjukkan bukti bayar yang sah.

(H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *