
KASUS Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dilaporkan mengalami peningkatan cukup signifikan pada pertengahan tahun 2026. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, tercatat sebanyak 6.811 pasien telah menjalani perawatan medis akibat dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana, menyatakan bahwa fenomena cuaca yang tidak menentu dalam beberapa bulan terakhir memicu lonjakan pasien di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari RSUD Dr Soekardjo hingga rumah sakit swasta dan Puskesmas.
Data Sebaran Kasus ISPA di Kota Tasikmalaya
Menurut Asep, peningkatan kasus ini terpantau sejak periode Januari hingga April 2026. Penyakit ini didominasi oleh pasien usia balita dan anak-anak yang mengeluhkan gejala pernapasan.
| Kategori Kasus | Jumlah Pasien |
|---|---|
| Pneumonia Balita | 287 |
| Bukan Pneumonia (ISPA Ringan) | 6.517 |
| Total Pasien | 6.811 |
“Sejak Januari hingga April memang ada peningkatan. Untuk kasus pneumonia balita tercatat 287 pasien dan bukan pneumonia 6.517 pasien. Gejala yang muncul mulai dari batuk, hidung tersumbat, demam, sulit bernapas, hingga nyeri otot dan diare yang dipicu oleh kondisi udara,” ujar Asep Hendra Hendriana, Jumat (5/6).
Penyebab Utama: Cuaca Panas dan Debu
Asep menambahkan bahwa kondisi lingkungan saat ini sangat rentan memicu penyakit. Udara yang panas, gersang, dan berdebu menjadi faktor utama bakteri serta virus penyebab gangguan pernapasan berkembang biak dengan cepat.
Meskipun jumlah pasien mencapai ribuan, Dinkes mengonfirmasi bahwa hingga saat ini tidak ada kasus kematian yang dilaporkan. Sebagian besar pasien yang berobat ke Puskesmas dapat langsung ditangani dan berangsur sembuh setelah mendapatkan pengobatan rutin.
- Selalu menjaga pola hidup sehat dan bersih (PHBS).
- Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama saat cuaca berdebu.
- Pastikan asupan nutrisi dan hidrasi anak terjaga untuk memperkuat imun tubuh.
- Segera bawa ke fasilitas kesehatan jika anak mengalami gejala sesak napas atau demam tinggi.
“Perubahan cuaca membuat warga, termasuk anak-anak, mudah terserang berbagai penyakit seperti flu, asma yang kambuh, hingga diare. Kami meminta masyarakat untuk lebih waspada dan melindungi anak-anak saat keluar rumah mengingat kondisi udara yang kurang baik,” pungkasnya. (AD/E-4)
