
DUNIA gaming dikejutkan dengan pengumuman terbaru dari Sony Santa Monica mengenai ekspansi semesta God of War. Jika selama ini kita terpaku pada perjalanan Kratos dan Atreus, kali ini sorotan utama jatuh kepada sosok yang selama ini menjadi misteri besar: Laufey sang Adil atau Faye.
Kehadiran God of War: Laufey di PlayStation 5 bukan sekadar tambahan cerita, melainkan sebuah evolusi besar dalam waralaba ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun, gim ini menjanjikan perspektif baru yang belum pernah dijelajahi sebelumnya. Berikut adalah fakta-fakta menarik yang wajib Anda ketahui tentang petualangan solo Faye.
1. Faye Sebagai Protagonis Utama Tunggal
Untuk pertama kalinya dalam sejarah utama seri ini, pemain tidak akan mengendalikan Kratos. Fokus sepenuhnya beralih kepada Faye, istri Kratos dan ibu dari Atreus. Langkah berani ini diambil untuk mengeksplorasi kekuatan dan latar belakang Faye sebagai pejuang raksasa (Jötunn) yang legendaris, memberikan dimensi baru pada narasi keluarga God of War.
2. Setting di Alam Misterius “The Everywhen”
Cerita dimulai tepat setelah jasad Faye dibakar pada awal gim God of War (2018). Alih-alih menghilang, Faye terbangun di The Everywhen. Tempat ini digambarkan sebagai dimensi pascakematian yang menjadi titik temu berbagai mitologi, di mana para dewa yang telah gugur atau terlupakan bertarung demi kekuasaan abadi.
3. Crossover Mitologi: Mesir hingga Mongolia
God of War: Laufey secara resmi membawa pemain keluar dari batas mitologi Norse. Dalam perjalanannya di The Everywhen, Faye akan berhadapan dengan entitas kuat dari budaya lain. Dua nama besar yang dikonfirmasi adalah Sekhmet, dewi kehancuran dari Mesir, dan Begtse, dewa perang dari mitologi Mongolia.
4. Mekanik Gameplay yang Lebih Cepat dan Luwes
Berbeda dengan gaya bertarung Kratos yang berat dan brutal, Faye menawarkan gaya bertarung yang lebih akrobatik. Gameplay berfokus pada transisi mulus antara serangan darat dan udara. Salah satu fitur unggulannya adalah kemampuan menarik jiwa musuh untuk menghasilkan serangan kombo yang destruktif.
5. Bukan Sekadar Spin-off, Tapi Seri Utama
Cory Barlog bersama Game Director Ariel Lawrence menegaskan bahwa gim ini adalah entri utama dalam lini masa God of War. Ceritanya berjalan paralel dengan peristiwa di God of War 2018 dan Ragnarok. Gim ini dirancang untuk mengisi celah informasi mengenai rencana besar Faye yang selama ini hanya tersirat lewat ramalan di dinding Jotunheim.
6. Kehadiran Jack Quaid sebagai Sidekick Unik
Faye tidak akan berpetualang sendirian. Aktor Jack Quaid bergabung sebagai pengisi suara Phranque, sebuah kubus kosmik yang memiliki kesadaran dan kemampuan berbicara. Phranque akan menjadi teman perjalanan Faye yang memberikan bantuan taktis sekaligus elemen humor di tengah atmosfer dunia yang kelam.
7. Kembalinya Deborah Ann Woll
Aktris Deborah Ann Woll dipastikan kembali mengisi suara dan memberikan performa motion capture untuk Faye. Konsistensi ini memastikan karakter Faye tetap memiliki kedalaman emosional yang sama seperti yang dirasakan pemain saat melihat kilas baliknya di seri sebelumnya.
God of War: Laufey dikembangkan secara eksklusif untuk konsol PlayStation 5. Saat ini, para penggemar sudah dapat menambahkan gim ini ke dalam wishlist di PlayStation Store untuk mendapatkan pembaruan mengenai tanggal rilis resmi dan detail pre-order.
Dengan perpaduan mitologi lintas budaya dan sistem pertarungan yang segar, God of War: Laufey diprediksi akan menjadi standar baru bagi gim aksi petualangan di masa depan. Apakah Faye mampu melindungi keluarganya dari ancaman lintas dimensi ini? Kita tunggu saja kehadirannya. (Pubity/Z-10)
