
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan sinyal kuat mengenai bergabungnya Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, ke dalam jajaran Kabinet Merah Putih.
Saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6), Prasetyo mengonfirmasi bahwa nama Said Iqbal tengah dalam pembahasan serius untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Sedang kita diskusikan,” ujar Prasetyo singkat saat menjawab pertanyaan awak media mengenai kepastian Said Iqbal masuk kabinet.
Fokus pada Isu Ketenagakerjaan
Prasetyo memberikan bocoran bahwa posisi yang disiapkan untuk Said Iqbal tidak akan jauh dari rekam jejak dan fokus perjuangannya selama ini, yakni sektor perburuhan dan tenaga kerja. Kehadiran Said Iqbal diharapkan mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan kelompok pekerja.
“Ya, kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini. Buruh, tenaga kerja,” tambah Prasetyo. Namun, ia menekankan bahwa rincian jabatan tersebut masih menunggu keputusan final. “Tunggu, masih didiskusikan ya.”
- Pelantikan pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN).
- Penyerahan surat kepercayaan duta besar negara sahabat kepada Presiden Prabowo Subianto.
- Kemungkinan pelantikan pejabat kabinet lainnya (masih dalam konfirmasi).
Momentum Pelantikan Senin Depan
Selain isu Said Iqbal, Mensesneg juga mengungkapkan bahwa Istana tengah bersiap melakukan pelantikan pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) pada Senin (8/6) mendatang. Langkah ini diambil menyusul kekosongan kepemimpinan di lembaga tersebut setelah pejabat sebelumnya tersandung masalah hukum.
Terkait apakah Said Iqbal akan dilantik bersamaan dengan pimpinan BGN pada hari Senin tersebut, Prasetyo masih enggan memberikan jawaban pasti. Ia meminta publik untuk menunggu informasi resmi lebih lanjut.
“Untuk efektivitas kita rencanakan di hari yang sama ya (dengan penyerahan surat kepercayaan Dubes). Tunggu informasi,” pungkasnya. (Ant/I-1)
