Karya Kreatif Multidisiplin Tampilkan Perspektif Global dengan Identitas Nasional
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PENGALAMAN internasional ternyata tak harus menunggu seseorang kuliah di luar negeri. Itu terlihat dalam UIC Creative Showcase 2026 bertema The Great Britain Festival in Indonesia yang digelar UIC College di bawah naungan USG Education Group.

Bertempat di USG Education BSD Campus, sebanyak 250 siswa dari enam program studi menampilkan karya kreatif dan proyek multidisiplin yang memadukan perspektif global dengan identitas Indonesia.

Menariknya, mereka tidak sekadar mempelajari budaya Inggris sebagai referensi global, melainkan mengolah ulang melalui sudut pandang lokal yang relevan dengan generasi muda Indonesia. Hasilnya karya-karya yang terasa sangat Indonesia, tetapi mampu berbicara dengan bahasa global.

Acara ini turut dihadiri perwakilan British Council, Pearson UK, serta akademisi dari Manchester Metropolitan University, UWE Bristol, Northumbria University, dan Ravensbourne University London. Para siswa mempresentasikan langsung karya mereka di hadapan akademisi dan profesional internasional sebagai simulasi pengalaman industri nyata.

Salah satu karya yang menarik, dari program Arts and Design. Instalasi karya Jessica Clare Hartono, Gabriela Ixchel Bain, dan Edghina Evania Clearesta mengeksplorasi pertemuan sastra Indonesia dan sastra Inggris sebagai refleksi hubungan antara identitas lokal dan perspektif global.

Melalui perpaduan dua tradisi literatur dalam satu ruang kreatif, karya tersebut memperlihatkan bagaimana budaya berbeda dapat saling berdialog dan memperkaya satu sama lain.

Pada program Fashion Design, para siswa menghadirkan koleksi busana yang memadukan inspirasi budaya Inggris dan karakter visual generasi muda Indonesia. Adapun siswa Graphic Design mengembangkan kampanye kreatif dan karya visual yang menyoroti hubungan budaya global dengan perspektif lokal.

Tak kalah menarik, siswa Music menampilkan interpretasi personal pada pengaruh industri musik Inggris melalui komposisi dan pertunjukan yang dekat dengan pengalaman anak muda masa kini. Pada bidang teknologi, siswa Computing mengembangkan berbagai proyek digital mulai dari web design, interactive media, hingga Internet of Things (IoT).

Sementara itu, siswa Business ditantang merancang konsep bisnis yang berpotensi menembus pasar Inggris. Dari tantangan itu lahir sejumlah ide unik seperti Padang2Go karya Reagen Jevanno, Austin Millions Lee, dan Lucas Nathaniel Valiant Salomo, serta Tempehtation karya Aqeela Siregar, Kaeyla Purba, dan Keiko Adiwijaya yang mencoba membawa kuliner Indonesia ke pasar internasional.

Head of Creative Economy Southeast Asia British Council Camelia Harahap dan Pearson APAC Regional Manager Janice Phung turut memberi masukan kepada siswa bersama para akademisi universitas Inggris.

Director of Marketing & Student Experience USG Education Ni Luh Komang Aimee Sukesna mengatakan pengalaman seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan global siswa sejak dini.

“Di UIC Creative Showcase, siswa mengalami proses pembelajaran sangat dekat dengan praktik profesional sesungguhnya. Mereka melakukan riset, mengembangkan ide, memproduksi karya, mempresentasikannya kepada para profesional, dan menerima umpan balik dari institusi internasional,” ujar Aimee, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, pengalaman global tak ditentukan lokasi belajar seseorang, tetapi oleh kualitas pengalaman belajar yang dimiliki.

“Sebab, pada akhirnya, kesiapan global tak ditentukan lokasi seseorang belajar, tetapi oleh kualitas pengalaman belajar. Inilah yang menjadi landasan kami di USG Education: The World is Here,” lanjutnya.

Kebutuhan atas kompetensi global semakin relevan. World Economic Forum dalam Future of Jobs Report 2025 mencatat sebanyak 39% keterampilan inti di pasar kerja diperkirakan berubah hingga 2030. Kreativitas, adaptabilitas, kolaborasi, dan resiliensi jadi kemampuan yang semakin dibutuhkan industri global.

Janice Phung menilai showcase seperti ini jadi contoh pendidikan dapat melatih keterampilan melalui pendekatan applied learning.

“UIC Creative Showcase menunjukkan pendekatan applied learning bisa membantu siswa bekerja lintas disiplin, membangun portofolio profesional, dan mengembangkan pola pikir relevan dengan kebutuhan industri kreatif global,” ujar Janice.

Bagi banyak siswa, showcase ini juga jadi langkah awal sebelum melanjutkan studi ke berbagai universitas di Inggris dan negara lainnya.

Saat karya mereka dipresentasikan di hadapan British Council, Pearson, dan universitas-universitas Inggris, yang terlihat bukan hanya hasil belajar mahasiswa. Lebih dari itu, showcase ini menjadi bukti bahwa pengalaman internasional bisa dimulai dari Indonesia.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *