
MENTERI Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf, bergerak cepat memastikan kesiapan layanan bagi jemaah haji Indonesia. Pada Rabu (3/6), pria yang akrab disapa Gus Irfan tersebut mengumpulkan 23 pimpinan perusahaan katering penyedia konsumsi di Madinah, Arab Saudi.
Pertemuan strategis ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menyambut kedatangan jemaah haji gelombang kedua yang dijadwalkan tiba pada Minggu (7/6) mendatang. Gus Irfan menegaskan bahwa kualitas pelayanan pada fase berikutnya tidak boleh menurun, melainkan harus ditingkatkan dari capaian gelombang pertama.
Tiga Aspek Krusial Layanan Katering
Dalam arahannya, Gus Irfan menekankan tiga poin utama yang menjadi standar mutlak bagi seluruh vendor katering. Ketiga aspek ini merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan layanan pada gelombang sebelumnya guna menjamin pemenuhan nutrisi jemaah tetap terjaga.
| Aspek Prioritas | Detail Instruksi |
|---|---|
| Ketepatan Gramasi | Memastikan porsi makanan sesuai dengan standar gizi dan volume yang telah disepakati. |
| Ketahanan Pangan | Menjaga cita rasa khas Nusantara dan memastikan makanan tidak cepat basi (daya tahan optimal). |
| Manajemen Distribusi | Ketepatan waktu pengiriman agar makanan sampai ke tangan jemaah dalam kondisi segar. |
“Pelayanan pada gelombang pertama secara umum sudah berjalan baik. Namun, untuk gelombang kedua, standar tersebut tidak hanya harus dipertahankan, tetapi harus ditingkatkan,” tegas Gus Irfan di hadapan para pemilik perusahaan katering.
Merespons instruksi tersebut, ke-23 perwakilan perusahaan menyatakan komitmen penuh untuk melakukan perbaikan disiplin. Mereka berjanji akan memperketat pengawasan internal demi memastikan jemaah mendapatkan asupan gizi yang layak selama berada di Madinah.
Imbauan untuk Jemaah: Perhatikan Batas Waktu Konsumsi
Selain mengevaluasi sisi penyedia jasa, Menteri Haji juga memberikan catatan penting bagi para jemaah. Mengingat lokasi hotel di Madinah mayoritas berada sangat dekat dengan Masjid Nabawi, banyak jemaah yang cenderung bertahan lebih lama di masjid untuk beribadah.
Kondisi ini sering kali membuat jemaah terlambat kembali ke hotel, sehingga makanan yang telah disediakan terbiarkan lama dan melewati batas waktu konsumsi aman (expired). Gus Irfan meminta jemaah untuk lebih disiplin dalam mengatur waktu antara ibadah dan pemenuhan nutrisi.
“Saya mengimbau kepada jemaah, mohon perhatikan waktu makan. Segeralah kembali ke hotel jika sudah masuk jam makan. Perlu diingat, di setiap wadah makanan sudah tertera batas maksimal makanan tersebut aman untuk dikonsumsi,” pungkasnya.
Informasi Penting: Jemaah diharapkan selalu memeriksa label waktu pada kemasan makanan untuk menghindari risiko gangguan kesehatan akibat mengonsumsi makanan yang telah melewati batas waktu simpan.
Dengan koordinasi ketat antara pemerintah, vendor katering, dan kedisiplinan jemaah, diharapkan operasional haji gelombang kedua di Madinah dapat berjalan lebih lancar dan kualitas kesehatan jemaah tetap terjaga prima. (Z-1)
