42 Tahun Membersamai Anak Spesial, PUSPPA Suryakanti Gelar Nonton Bersama
Anak-anak berkebutuhan khusus asuhan Yayasan Suryakanti bersiap nonton bareng film Semua akan Baik-Baik Saja di Kota Bandung.(MI/SUMARIYADI)

SERATUSAN anak berkebutuhan khusus, siang itu, memenuhi salah satu bioskop di Kota Bandung. Mereka menyaksikan film berjudul Semua akan Baik-Baik Saja.

Acara nonton bersama ini digelar Yayasan PUSPPA Suryakanti dalam rangka perayaan hari jadinya yang ke-42 pada 6 Juni nanti. Yayasan ini bergerak di bidang pengembangan anak, khususnya anak-anak yang berkebutuhan khusus.

“Tema yang diangkat film tersebut sangat dekat dengan perjalanan panjang lembaga ini. Kami ingin mengajak para orangtua, untuk menyaksikan kisah sebuah keluarga yang menghadapi dinamika kehidupan bersama anak berkebutuhan khusus,” ungkap Direktur Yayasan Suryakanti, dr Yulia Suherlina, Rabu (3/6).

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian perayaan yang tidak hanya

menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa pesan harapan bagi anak-anak dan keluarga yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Yayasan Suryakanti.

Acara dihadiri oleh keluarga besar Suryakanti yang terdiri atas jajaran pengurus yayasan dan staf Klinik Utama PUSPPA Suryakanti.

Turut hadir pula siswa dan orangtua dari SLB Suryakanti, staf pengajar, alumni beserta keluarga, anak-anak Down Syndrome dan orangtua, serta berbagai tamu undangan lainnya.

Bagi Yayasan Suryakanti, usia 42 tahun bukan hanya soal perjalanan organisasi. Empat dekade lebih merupakan catatan panjang tentang ribuan keluarga yang pernah datang dengan kecemasan, lalu pulang membawa harapan.

Tak sedikit orangtua yang awalnya merasa masa depan anak mereka tertutup. Namun melalui pendampingan terapi, pendidikan, dan dukungan psikologis, perlahan mereka menemukan keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi yang bisa dikembangkan.

“Jadi memang tujuan kami, selain dalam rangka menuju ulang tahun Yayasan Suryakanti yang ke 42, juga untuk memberikan dukungan kepada para orangtua yang memiliki anak spesial. Selama 42 tahun Yayasan Suryakanti sudah mendampingi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Mereka bisa bersemangat dan mempunyai motivasi dalam membina anak,” tutur Yulia.


Motivasi untuk orangtua


Bagi sebagian peserta, acara ini menjadi semacam reuni emosional. Banyak alumni yang pernah menjalani terapi atau pendidikan di Suryakanti kembali bertemu dengan guru dan terapis yang pernah mendampingi mereka bertahun-tahun lalu.

Di tengah suasana penuh kehangatan itu, Yulia menyampaikan pesan yang selama ini menjadi ruh perjuangan Yayasan Suryakanti.

“Kehadiran anak berkebutuhan khusus dalam keluarga bukanlah akhir dari segalanya. Acara nonton bareng ini ingin memotivasi para orangtua, bahwa sebetulnya ketika punya anak disabilitas, bukan berarti dunia berhenti di situ,” ungkapnya.

Optimisme itu bukan tanpa dasar. Selama puluhan tahun mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus, Suryakanti telah menyaksikan banyak kisah sukses yang lahir dari kesabaran keluarga.

Ada anak yang tumbuh menjadi atlet berprestasi. Ada pula yang mampu mengembangkan bakat seni hingga menghasilkan karya yang membanggakan.

Pakar Hipnoterapi, Dewi P Faeni yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai film dan kegiatan nonton bersama itu dapat menjadi sumber energi baru bagi orangtua.

“Ini momentun yang sangat baik bagi kita semua. Orangtua harus tetap bersemangat, termotivasi. Dalam film, Halim dan Vanesa bisa, tentu mereka yang berkebutuhan khusus juga pasti bisa,” tandasnya.

Menurut Dewi, langkah yang dilakukan Yayasan Suryakanti merupakan bentuk terobosan yang memberi ruang bagi keluarga untuk saling menguatkan. “Ini satu kesempatan yang luar biasa,” tegasnya.

Di antara kehebohan menyaksikan film Semua Akan Baik-Baik Saja, terselip pula kebahagiaan sederhana yang dirasakan anak-anak.

Salah satunya Yosef. Saat ditanya bagaimana perasaannya setelah mengikuti kegiatan tersebut, jawabannya singkat namun penuh makna.

“Senang. Saya suka nonton film ini.”


Sejak 1984


Yayasan Suryakanti merupakan organisasi nirlaba yang berfokus pada deteksi dan intervensi dini gangguan perkembangan pada anak yang telah berdiri sejak 1984. Sebagai pionir dalam pelayanan tumbuh kembang anak di Indonesia, Yayasan menghadirkan PUSPPA (Pusat Pengembangan Potensi Anak) dengan layanan terpadu melalui Klinik Utama PUSPPA Suryakanti, SLB PUSPPA Suryakanti, serta Unit Pendidikan dan Pelatihan (UPP) Suryakanti.

Klinik Utama PUSPPA Suryakanti memberikan layanan bagi anak-anak dengan

keterlambatan dan gangguan perkembangan akibat gangguan neurodevelopmental melalui pendekatan interdisipliner yang melibatkan dokter, psikolog, terapis, dan tenaga profesional lainnya.

SLB Suryakanti yang berkembang dari playgroup, sejak 1996 menyelenggarakan pendidikan terpadu bagi anak berkebutuhan khusus, dengan pendekatan yang mengintegrasikan pendidikan dan terapi serta menekankan pengembangan kemandirian dan keterampilan hidup (life skills).

Melalui Unit Pelatihan dan Pengembangan, PUSPPA Suryakanti juga aktif

menyebarluaskan pengetahuan mengenai tumbuh kembang anak kepada

masyarakat dan tenaga profesional melalui berbagai program pelatihan, seminar dan kegiatan pengembangan kapasitas.

Selama lebih dari 42 tahun, PUSPPA Suryakanti terus berkomitmen mendampingi anak dan keluarga untuk mencapai potensi terbaiknya melalui layanan yang profesional, holistik, dan penuh kepedulian

 

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *