
ANGGOTA Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Sarah Rafika Nursyirwan, mengingatkan para orang tua untuk mewaspadai gejala radang tenggorokan pada anak. Meski terlihat umum, kondisi ini berpotensi memicu masalah jantung serius jika tidak ditangani dengan tuntas.
Sarah menjelaskan bahwa radang tenggorokan yang disebabkan oleh kuman tertentu, yakni bakteri Streptococcus pyogenes atau Strep A, dapat berlanjut menjadi Penyakit Jantung Rematik (PJR). Penyakit ini bukan merupakan infeksi langsung pada jantung, melainkan dampak dari respons antibodi tubuh yang berlebihan.
“Pemicunya sebenarnya bisa sesuatu yang familiar, bisa karena hanya radang tenggorokan tapi tidak dianggap atau disepelekan. Padahal kalau tidak diatasi dengan tuntas, salah satunya akan berlanjut menjadi PJR yang merusak katup jantung,” ujar Sarah dalam konferensi pers daring, Selasa (2/6).
Jenis Infeksi Jantung pada Anak
Selain PJR, Sarah memaparkan beberapa jenis infeksi jantung lainnya berdasarkan lapisan jantung yang terkena:
- Perikarditis: Infeksi pada selaput paling luar jantung (perikardium).
- Miokarditis: Peradangan pada otot jantung di bagian tengah.
- Endokarditis: Infeksi pada selaput paling dalam atau bagian katup jantung (endokardium).
Ia menekankan bahwa infeksi tidak hanya berasal dari tenggorokan. Infeksi kulit atau infeksi ringan lainnya juga dapat menyebar ke organ vital jika daya tahan tubuh anak rendah. “Kondisi tertentu bisa membuat infeksi itu berlanjut sehingga akhirnya organ-vital bisa terkena infeksi, salah satunya infeksi jantung,” pungkasnya.
Pesan Utama: Jangan mengabaikan infeksi ringan pada anak. Segera lakukan pemeriksaan medis jika anak mengalami radang tenggorokan atau infeksi kulit yang tidak kunjung membaik untuk mencegah kerusakan permanen pada katup jantung. (Z-10)
