
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca Jawa Tengah hari ini 2 Juni 2026 dan peringatan dini terkait peningkatan potensi banjir rob di wilayah pesisir utara (Pantura). Meski cuaca secara umum diprediksi cerah berawan, fenomena pasang air laut diperkirakan akan mengganggu aktivitas warga di sejumlah titik krusial.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Herbuana Yoga W, mengungkapkan bahwa air laut pasang (rob) diprediksi mencapai puncaknya dengan ketinggian sekitar 0,9 meter pada pukul 09.00 hingga 14.00 WIB. Kondisi ini berdampak langsung pada banjir pesisir di wilayah Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, hingga Pati.
Peringatan Dini: Banjir rob berpotensi mengganggu transportasi, aktivitas bongkar muat di pelabuhan, serta sektor perikanan darat dan tambak garam di sepanjang garis pantai utara.
Kondisi Cuaca dan Potensi Hujan
Secara meteorologis, cuaca di Jawa Tengah pada pagi hingga siang hari didominasi kondisi cerah berawan. Namun, hujan ringan masih berpeluang turun pada sore hingga awal malam, khususnya di wilayah dataran tinggi dan pegunungan seperti kawasan Gunung Slamet, Dieng, Sumbing, dan Sindoro.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Haritz Syahid Hakim, menjelaskan bahwa intensitas hujan mulai berkurang signifikan dalam tiga hari ke depan. “Belasan daerah di Jawa Tengah mulai memasuki awal musim kemarau. Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ujar Haritz.
Cuaca Jawa Tengah (2 Juni 2026)
| Parameter | Prediksi / Nilai |
|---|---|
| Suhu Udara | 18 – 34 derajat Celsius |
| Kelembapan Udara | 50% – 95% |
| Kecepatan Angin | 3 – 27 km/jam (Timur ke Selatan) |
| Tinggi Gelombang Utara | 0,1 – 1,0 meter (Landai) |
| Ketinggian Pasang (Rob) | ± 0,9 meter |
BMKG juga mencatat adanya fenomena suhu udara yang terasa lebih panas pada siang hari, namun cenderung lebih dingin pada malam hari seiring dengan masuknya periode transisi menuju kemarau. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kondisi kesehatan dan memastikan kecukupan hidrasi di tengah cuaca yang fluktuatif. (H-4)
