
KESEHATAN gigi dan mulut masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 56,9% penduduk Indonesia dilaporkan memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut, sedangkan prevalensi karies gigi masih mencapai sekitar 82,8%.
Melihat hal itu, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat lewat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional bagi komunitas remaja PT International Organization of Migration (IOM) di Jakarta Barat
Kegiatan yang digelar Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Usakti ini berfokus pada upaya promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut dan mengangkat tema pencegahan karies gigi dan radang gusi (Gingivitis) melalui edukasi, pelatihan menyikat gigi yang benar, serta pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas dosen FKG Usakti, yakni Mita Juliawati, Trijani Suwandi, Caesary Cloudya Panjaitan, dan Prof Tri Erri Astoeti, bersama mahasiswa FKG Usakti.
Dosen FKG Usakti Mita Juliawati mengatakan edukasi kesehatan gigi dan mulut perlu dilakukan sejak usia remaja karena kebiasaan yang terbentuk pada masa tersebut akan berpengaruh hingga dewasa. “Remaja menjadi kelompok penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut. Melalui edukasi ini, kami berharap mereka semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut untuk mencegah karies dan radang gusi sejak dini,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, praktik teknik menyikat gigi yang baik dan benar, serta pemeriksaan kondisi gigi dan mulut secara langsung oleh tim dokter gigi dan mahasiswa.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para remaja aktif mengikuti sesi edukasi, praktik menyikat gigi, hingga sesi diskusi terkait berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena menambah pengetahuan kami tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan benar,” ujar salah satu peserta.
Mita menambahkan kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi berkelanjutan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran remaja pada kesehatan gigi dan mulut semakin meningkat sehingga mereka dapat menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Selain meningkatkan pengetahuan peserta, hasil pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut diharapkan menjadi langkah awal dalam mendeteksi dan mencegah berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut sejak dini. (H-2)
