Bandung Bentuk Tim Antibegal Bersama Brimob dan Satpol PP
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

PEMERINTAH Kota Bandung menggandeng Brimob Polda Jawa Barat untuk menekan aksi kriminalitas. Nantinya, petugas dari satuan ini akan turut serta dalam patroli pengamanan di ibu kota Provinsi Jawa Barat tersebut.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan, langkah ini diambil untuk memperkuat pengamanan wilayahnya terutama dari aksi pembegalan dan peredaran minuman keras dan obat terlarang. Terlebih, dia mengakui langkah ini sebagai respons atas kecenderungan peningkatan kasus kekerasan di jalanan yang dilaporkan terjadi hampir setiap pekan.

​”Kenapa harus dibentuk tim begal? Mumpung belum darurat, mending kita cegah dari sekarang. Memang tidak ada angka pastinya, tapi kalau dilihat dari tren kecenderungan, sekarang hampir setiap minggu ada laporan masuk. Nah, ini yang berusaha kita tekan,” kata Farhan usai bertemu dengan Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Barat Kombes. Zuhdi Batubara, di Bandung, Selasa (2/6).

Farhan menjelaskan, upaya preventif ini bertujuan meminimalisasi ruang gerak pelaku kejahatan di lapangan. Melalui kehadiran petugas yang masif, diharapkan niat buruk para pelaku kriminal dapat dicegah sebelum melancarkan aksinya.

Nantinya, kata dia, Brimob Polda Jabar akan berpatroli aktif berkolaborasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja di wilayahnya. Seluruh tim gabungan dipastikan akan terus bergerak mengelilingi wilayah-wilayah rawan di Kota Bandung sehingga tidak hanya berdiam diri menunggu laporan di pos pengamanan.

​”Saya sangat setuju dengan prinsip Brimob bahwa pasukan itu tidak boleh menunggu. Karena kalau hanya menunggu, saat kejadian penanganannya sudah terlambat. Semua tim nanti keliling, tidak ada yang nunggu di jalan,” kata Farhan.

Lebih lanjut, Farhan menyebut minuman keras dan obat-obatan terlarang menjadi pemicu utama di balik nekatnya para pelaku kejahatan jalanan di Kota Bandung. Hal ini berkaca pada beberapa insiden kekerasan yang terjadi seperti di Cisaranten Kidul dan Ujungberung.

Farhan menegaskan, mayoritas pelaku atau korban yang terlibat terindikasi berada di bawah pengaruh barang haram tersebut. Oleh karena itu, ia menegaskan patroli Brimob ini tidak hanya sekadar menjaga jalanan, melainkan menyisir sekaligus memberangus titik-titik penjualan minuman keras dan obat-obatan terlarang yang marak beroperasi secara sembunyi-sembunyi.

​”Saya khawatir pengaruh minuman keras dan obat keras ini bikin orang jadi lebih nekat. Maka dari itu, saya akan minta bantuan teman-teman Brimob untuk memusnahkan dan menghilangkan titik-titik penjualan obat keras ilegal. Langkah ini akan jauh lebih efektif,” katanya.

​Selain fokus pada penegakan hukum dan pemberantasan begal, Farhan menambahkan bahwa sinergi bersama Brimob ini juga mencakup aspek mitigasi kebencanaan. Nantinya, personel Brimob pun akan mendampingi masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko bencana alam.

Melalui peningkatan keamanan ini, pihaknya berkomitmen untuk mengembalikan kenyamanan dan ketertiban umum. Terlebih mengingat status Bandung sebagai salah satu kota tujuan utama wisata di Indonesia.

“Jaminan keamanan menjadi harga mati agar para pelancong dan warga lokal dapat beraktivitas dengan tenang tanpa rasa waswas,” katanya.

Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Barat Kombes. Zuhdi Batubara menjelaskan, pembentukan tim antibegal ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolda Jawa Barat untuk membentuk satuan khusus antibegal.

“Pak Kapolda menyampaikan ke kita bahwa kita tidak hanya bertugas melakukan tugas pokok, tapi tugas pokok itu akan lebih ringan apabila kita melakukan langkah-langkah awal mitigasi, berkolaborasi dengan teman-teman yang ada khususnya Pak Wali dengan tim yang sudah terbentuk,” katanya di tempat yang sama.

Terlebih, dia menilai pengamanan ini sangat penting mengingat Kota Bandung sebagai penopang ibu kota.

“Sehingga kamtibmas yang ada di Kota Bandung ini lebih terjaga, lebih mudah,” katanya. (BY)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *