
PRESIDEN Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN (Badan Gizi Nasional). Keputusan ini diambil setelah melalui proses monitoring dan evaluasi mendalam selama 1,5 tahun terhadap pelaksanaan program prioritas pemerintah.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pergantian kepemimpinan di BGN didasarkan pada sejumlah catatan krusial yang ditemukan di lapangan.
“Banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini,” ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan, Selasa (2/6).
Berikut adalah poin-poin evaluasi yang menjadi alasan pencopotan Dadan Hindayana dan jajarannya:
1. Pelanggaran Disiplin SOP
Salah satu catatan utama dari Presiden Prabowo adalah masalah kedisiplinan dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP). Sebagai lembaga yang menangani program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG), kepatuhan terhadap prosedur operasional menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.
2. Tata Kelola yang Kurang Disiplin
Selain SOP teknis, aspek tata kelola lembaga juga menjadi sorotan. Evaluasi menunjukkan adanya ketidakdisiplinan dalam manajemen internal BGN yang dinilai menghambat efektivitas kerja organisasi dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan pemerintah.
3. Kualitas Makanan yang tidak Terjaga
Presiden memberikan perhatian serius pada kualitas makanan yang didistribusikan kepada masyarakat. Evaluasi menunjukkan adanya kegagalan dalam menjaga standar kualitas makanan yang seharusnya sudah ditetapkan secara ketat oleh Badan Gizi Nasional.
4. Masukan dari Masyarakat dan Penerima Manfaat
Keputusan pencopotan ini tidak hanya berdasarkan data internal, tetapi juga masukan dari berbagai pihak. Selama 1,5 tahun, Presiden terus mendengarkan keluhan dan aspirasi dari kementerian terkait, masyarakat umum, hingga para penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis.
Struktur Baru Badan Gizi Nasional:
- Kepala BGN: Nanik S Deyang (sebelumnya Wakil Kepala BGN)
- Wakil Kepala BGN: Agustina Arumsari
- Wakil Kepala BGN: Mayjen TNI Trenggono
Dadan Hindayana dicopot bersama dua wakilnya, yakni Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung. Dengan kepemimpinan baru di bawah Nanik S Deyang, pemerintah berharap catatan-catatan evaluasi tersebut dapat segera diperbaiki demi kelancaran program nasional. (Z-10)
