
KEJUTAN kembali mewarnai Prancis Terbuka 2026. Juara empat kali Roland Garros, Iga Swiatek, harus angkat koper lebih cepat setelah ditumbangkan Marta Kostyuk pada babak 16 besar, Minggu (31/5).
Swiatek yang berulang tahun ke-25 pada hari pertandingan justru menjalani hari yang sulit. Petenis Polandia unggulan ketiga itu takluk dua set langsung 5-7, 1-6 dari Kostyuk. pertandingan justru memperlihatkan rapuhnya permainan ratu penguasa lapangan tanah liat itu.
Kekalahan tersebut menegaskan menurunnya dominasi Swiatek di Roland Garros. Sejak merebut gelar pertamanya di Paris pada 2020, dia selalu menjadi sosok yang ditakuti di tanah liat.
Namun, setelah gagal mempertahankan gelar musim lalu akibat disingkirkan Aryna Sabalenka di semifinal, aura tak terkalahkan yang selama ini melekat perlahan memudar. Swiatek mengakui tekanan mental kembali menghantuinya.
“Dalam setahun terakhir, saya merasa lebih sulit mengatasi tekanan. Hari ini saya merasa tidak nyaman dan melakukan kesalahan yang sebenarnya tidak ingin saya lakukan,” tutur Swiatek.
“Saya mencoba bermain aman, tetapi bola justru melayang ke mana-mana. Perasaan itu tiba-tiba kembali muncul dan saya berusaha mengatasinya lewat dialog dengan diri sendiri, tetapi hari ini sangat sulit. Permainan saya terus menurun dan semakin buruk,” lanjutnya.
Sempat unggul 4-3 pada set pertama setelah mematahkan servis lawan, Swiatek justru kehilangan kendali. Servisnya tak lagi efektif dan ia gagal mempertahankan servis hingga akhir pertandingan. Kostyuk memanfaatkan momentum untuk merebut set pembuka sebelum melaju tanpa hambatan pada set kedua.
Bagi Kostyuk, kemenangan tersebut mengantarkannya ke perempat final Roland Garros untuk pertama kali sepanjang karier. Petenis Ukraina itu memang tengah menikmati musim tanah liat terbaiknya setelah menjuarai turnamen di Rouen dan meraih gelar WTA 1000 perdana di Madrid.
Pada babak delapan besar, Kostyuk akan berhadapan dengan kompatriotnya, Elina Svitolina. Petenis unggulan ke-11 itu bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Belinda Bencic 4-6, 6-4, 6-0.
“Ini akan menjadi pertandingan yang menarik. Marta sedang bermain sangat baik,” kata Svitolina.
“Bagi Ukraina, ini juga spesial karena kami sudah memastikan ada satu wakil di semifinal,” tambahnya.
Sementara itu, Sorana Cirstea melanjutkan kisah impresifnya pada musim perpisahan. Petenis Rumania berusia 36 tahun tersebut menyingkirkan Wang Xiyu 6-3, 7-6 (7/4) untuk mencapai perempat final Roland Garros pertama sejak 17 tahun lalu.
Dari sektor putra, Alexander Zverev lolos ke perempat final dan terus menjaga peluang meraih gelar Grand Slam pertamanya. Unggulan kedua asal Jerman itu tampil dominan saat mengalahkan lucky loser asal Belanda, Jesper de Jong, dengan skor 7-6 (7/3), 6-4, 6-1.
Meski baru kehilangan satu set sepanjang turnamen dan sudah mencapai perempat final Roland Garros untuk kedelapan kalinya, Zverev memilih tidak terburu-buru membicarakan peluang menjadi juara.
“Saya hanya fokus pada pertandingan yang ada di depan. Itu satu-satunya hal yang bisa saya kendalikan,” ujar Zverev.
“Saya merasa mampu menangani situasi dengan cukup baik dan akan melakukan segala cara agar bisa terus seperti itu,” katanya.
Kejutan lain datang dari Joao Fonseca. Petenis muda Brasil yang sebelumnya menyingkirkan Novak Djokovic kembali membuat sensasi dengan mengalahkan dua kali finalis Roland Garros, Casper Ruud, 7-5, 7-6 (10/8), 5-7, 6-2.
Fonseca tampil luar biasa dengan mencatatkan 51 winner dan semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu bintang baru tenis dunia.
“Saya hanya berusaha menjadi diri sendiri di lapangan, bermain dengan gembira, memukul bola dengan baik, mencetak winner, dan memberikan hiburan,” ujar Fonseca.
Di perempat final, Fonseca akan menghadapi Jakub Mensik yang juga untuk pertama kalinya mencapai delapan besar Grand Slam setelah menyingkirkan Andrey Rublev lewat pertarungan lima set.
