Rayhan Hannan Kembali ke Timnas Indonesia, John Herdman Puji Kualitasnya
Pemain timnas Indonesia Rayhan Hannan saat menemui awak media setelah mengikuti latihan tim di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (1/6/2026).(ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)

GELANDANG muda Persija Jakarta, Rayhan Hannan, tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya setelah kembali mendapatkan kepercayaan untuk memperkuat timnas senior Indonesia. Pemanggilan ini dipersiapkan untuk menghadapi dua laga krusial dalam ajang FIFA Match Day melawan Oman dan Mozambik.

Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Jumat (5/6) dan Selasa (9/6). Jika diturunkan, laga ini akan menambah catatan penampilan (caps) Hannan yang saat ini mengoleksi tiga caps sejak debutnya di Kejuaraan ASEAN 2024 (Piala AFF) pada Desember lalu.

“Rasanya senang, apalagi ini senior pertama saya dengan banyak diaspora. Jadi belajar banyak juga dengan mereka,” ujar Hannan saat ditemui di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (1/6).

Transformasi Performa di Persija

Pemanggilan Hannan ke skuad Garuda tidak lepas dari performa impresifnya bersama Macan Kemayoran di penghujung musim. Meski sempat mengalami awal musim yang lambat, pemain berusia 22 tahun itu berhasil bangkit dalam 10 pertandingan terakhir sejak Maret.

Dalam periode tersebut, Hannan tercatat sembilan kali menjadi starter dan sukses membukukan tiga gol serta satu assist. Ia menyebut konsistensi dan kerja keras menjadi kunci perubahan performanya.

“Ya mungkin itu sepak bola. Sama kayak hidup, kadang di atas kadang di bawah, tapi saya gak pernah hilang fokus, saya kerja keras, dan semua akan datang pada waktunya,” tegasnya.

Statistik Rayhan Hannan (10 Laga Terakhir):






Starter 9 Kali
Gol 3 Gol
Assist 1 Assist

Alasan John Herdman Memanggil Hannan

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan apresiasi khusus terhadap atribut teknis yang dimiliki Hannan. Menurut pelatih asal Kanada tersebut, Hannan memiliki profil yang sangat cocok dengan identitas permainan yang ingin ia bangun di skuad Garuda.

“Intensitas pressing-nya mencerminkan identitas yang ingin kami lihat. Kemampuannya bermain di antara lini lawan dan memecah garis pertahanan juga berada pada level yang baik,” ungkap Herdman.

Namun, Herdman menegaskan bahwa tantangan sesungguhnya bagi Hannan adalah membuktikan kualitasnya saat berhadapan dengan pemain-pemain bertahan tangguh di sesi latihan maupun pertandingan internasional.

“Sekarang tugas kami adalah mengujinya ketika berhadapan dengan pemain seperti Elkan Baggott, Justin Hubner, dan Kevin Diks. Itu level yang berbeda. Apakah dia bisa beradaptasi? Dia memulai dengan baik dan semoga terus berkembang,” pungkasnya.

Kehadiran Hannan diharapkan mampu memberikan dimensi baru di lini tengah Indonesia saat menjamu Oman dan Mozambik di hadapan publik sendiri di Jakarta. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *