
DELEGASI budaya Indonesia yang tergabung dalam Senior Cultural Program Indonesia menampilkan pertunjukan angklung dan busana Nusantara di Kota Chongqing, Tiongkok, pada 23 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung atas undangan Chongqing Returned Overseas Chinese Federation ini menjadi ajang mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Tiongkok melalui pertukaran seni dan budaya.
Delegasi yang dipimpin Ketua Organisasi Lanjut Usia Aktif Peduli (LANTIP) Jakarta Hendrawan Halim mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan pemerintah setempat. Kehadiran rombongan tersebut membawa misi memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara melalui diplomasi budaya. Dalam pertunjukan tersebut, angklung menjadi daya tarik utama.
Alat musik bambu yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak 2010 itu dimainkan oleh 36 peserta lansia dari berbagai komunitas, antara lain Komunitas Angklung Senala, Imakgi, Grany 46, dan Lansia Bahagia.
Para peserta membawakan beragam lagu, mulai dari lagu nasional, daerah, hingga lagu populer Tiongkok, seperti Tanah Airku, Yue Liang Dai Biao De Xin, Tian Mi Mi, Bengawan Solo, Alusi Au, Pamer Bojo, Tabola Bale, dan Kopi Dangdut. Perpaduan repertoar tersebut menciptakan suasana hangat yang mampu menghubungkan penonton dari kedua negara. Puncak acara terjadi saat sesi interaktif penutup.
Lima tamu undangan dari Tiongkok diajak naik ke panggung untuk memainkan angklung bersama para peserta Indonesia di bawah arahan konduktor. Momen tersebut menghadirkan suasana penuh keakraban dan kegembiraan.
Selain pertunjukan musik, delegasi Indonesia juga memperkenalkan keberagaman budaya Nusantara melalui peragaan busana adat dan busana pengantin tradisional dari berbagai daerah. Penampilan ini menggambarkan kekayaan budaya sekaligus semangat persatuan dalam keberagaman yang menjadi identitas bangsa Indonesia.
Acara pertukaran budaya ini mendapat dukungan dari berbagai instansi di Chongqing, termasuk Chongqing Returned Overseas Chinese Federation, Chongqing Municipal Culture and Tourism Development Commission, Dadukou District Overseas Chinese Federation, Dadukou District Culture and Tourism Development Commission, Dadukou District Commerce Commission, dan Chunhui Subdistrict Office.
Sebagai simbol persahabatan, kedua pihak juga melakukan pertukaran cinderamata. Melalui kegiatan ini, Indonesia dan Tiongkok berharap kerja sama pertukaran seni dan budaya dapat terus berlanjut serta mempererat hubungan masyarakat kedua negara, khususnya antara Jakarta dan Chongqing. (E-4)
