Hari Lahir Pancasila: Menteri Kebudayaan Tegaskan Mega Diversity sebagai Fondasi Persatuan Bangsa
Menteri Kebudayaan Fadli Zon(Dok Kementerian Kebudayaan)

DALAM rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 2026, Kementerian Kebudayaan menggelar upacara bendera di Lapangan Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta. Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. 

Dilaksanakan secara bersama-sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, upacara tersebut menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran kebudayaan dan kemajemukan dalam menjaga persatuan nasional.

Fadli Zon menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan wujud kesadaran para pendiri bangsa bahwa Indonesia harus dibangun atas fondasi persatuan. Melalui peringatan ini, dia mengingatkan bahwa Pancasila bukan sekedar dasar negara, melainkan pedoman pembangunan nasional, sekaligus sumber nilai yang membimbing Indonesia menghadapi dunia yang terus berubah.

“Indonesia telah melewati berbagai ujian sejarah, kolonialisme, konflik ideologi, krisis ekonomi, hingga tantangan geopolitik dan perubahan global yang semakin kompleks. Sejarah mencatat bahwa ketika Nusantara terpecah dan para pemimpinnya lemah, kekayaan negeri ini menjadi sasaran kekuatan-kekuatan dari luar. Karena itulah Pancasila lahir, bukan hanya sebagai dasar negara, tapi sebagai perekat kebangsaan dan panduan menjaga kedaulatan Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fadli Zon menuturkan bahwa secara historis, geografis, dan kultural, Indonesia mempunyai jejak panjang sejarah kemanusiaan yang berdiri di atas fondasi mega diversity atau keberagaman budaya. Unsur majemuk tersebut bukan menjadi faktor pemecah, melainkan kekuatan nasional yang mencerminkan nilai-nilai toleransi dan gotong royong hingga mendasari lahirnya nilai-nilai Pancasila.

Dia turut menerangkan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia konsisten menerapkan politik luar negeri bebas-aktif serta memperkuat ketahanan nasional melalui berbagai program prioritas. 

Guna mewujudkan hal tersebut, pemerintah menggagas pembangunan sumber daya manusia yang berakar pada nilai-nilai Pancasila agar kemajuan nasional dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“Di dalam negeri, Indonesia terus memperkuat ketahanan nasional sebagai fondasi untuk menghadapi dinamika global. Hal tersebut diwujudkan melalui ketahanan pangan, penguatan ekonomi kerakyatan, hilirisasi industri, pembangunan desa, serta berbagai program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, yang dijalankan sebagai bagian dari langkah besar pembangunan nasional,” lanjut Fadli Zon. 

Fadli Zon berharap Hari Lahir Pancasila 2026 dapat menjadi pemantik semangat gotong royong dalam mewujudkan Indonesia yang bersatu dan berbudaya. 

“Mari kita jaga Pancasila dan amalkan nilainya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hadirkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur, berkepribadian dalam kebudayaan serta mampu memberi kontribusi nyata bagi kemanusiaan dan perdamaian dunia,” tutupnya.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *