
BURSA Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi berkala terhadap papan pencatatan saham yang berakibat pada perpindahan papan sejumlah emiten. Sebanyak 16 emiten resmi turun kasta dari Papan Utama ke Papan Pengembangan, yang mulai berlaku efektif pada Jumat, 29 Mei 2026.
Langkah ini merupakan hasil evaluasi rutin BEI setiap bulan Mei dan November guna memastikan emiten tetap memenuhi kriteria pencatatan yang ketat.
Selain 16 emiten dari Papan Utama, dua emiten raksasa teknologi, yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), juga berpindah dari Papan Ekonomi Baru ke Papan Pengembangan. Hal ini membuat total penghuni baru di Papan Pengembangan mencapai 18 saham.
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah daftar 16 emiten yang berpindah dari Papan Utama ke Papan Pengembangan:
| Kode | Nama Emiten |
|---|---|
| BUKK | PT Bukaka Teknik Utama Tbk |
| CSRA | PT Cisadane Sawit Raya Tbk |
| DOID | PT BUMA Internasional Grup Tbk |
| GTSI | PT GTS Internasional Tbk |
| GWSA | PT Greenwood Sejahtera Tbk |
| MCAS | PT M Cash Integrasi Tbk |
| MINE | PT Sinar Terang Mandiri Tbk |
| MMLP | PT Mega Manunggal Property Tbk |
| MREI | PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk |
| NCKL | PT Trimegah Bangun Persada Tbk |
| PANR | PT Panorama Sentrawisata Tbk |
| PSAT | PT Pancaran Samudera Transport Tbk |
| SMMA | PT Sinarmas Multiartha Tbk |
| UNIQ | PT Ulima Nitra Tbk |
| WMUU | PT Widodo Makmur Unggas Tbk |
| RBMS | PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk |
Perlu dicatat bahwa perpindahan papan ini tidak secara otomatis mengindikasikan adanya masalah berat pada emiten atau potensi delisting. BEI melakukan evaluasi berdasarkan pemenuhan persyaratan teknis seperti jumlah pemegang saham, nilai aset bersih, free float, hingga aspek likuiditas transaksi.
Analisis Dampak: Penurunan ke Papan Pengembangan biasanya memicu sentimen negatif jangka pendek, terutama bagi investor institusi yang memiliki mandat investasi terbatas pada saham-saham Papan Utama. Namun, bagi emiten dengan kapitalisasi besar seperti NCKL, SMMA, dan DOID, fundamental perusahaan tetap menjadi faktor penentu utama dibandingkan posisi papan pencatatan.
Investor disarankan untuk mencermati apakah penurunan ini disebabkan oleh faktor fundamental atau sekadar kepatuhan administratif seperti porsi saham publik (free float). Selain itu, penting untuk memantau apakah perpindahan ini akan memengaruhi bobot saham dalam indeks-indeks tertentu di bursa. (Z-10)
