Mengapa Nafsu Makan Hilang Saat Sakit? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Ilustrasi.(Magnific)

HILANGNYA nafsu makan menjadi salah satu kondisi yang paling sering dialami seseorang ketika sakit. Saat flu, demam, infeksi, maupun gangguan pencernaan, tubuh cenderung kehilangan keinginan untuk makan. Meski terlihat sederhana, kondisi ini ternyata berkaitan erat dengan respons alami sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa saat tubuh melawan infeksi, sistem imun akan melepaskan zat kimia bernama sitokin. Senyawa ini membantu tubuh melawan virus atau bakteri, tetapi juga memengaruhi area otak yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Akibatnya, keinginan makan dapat menurun selama tubuh berada dalam kondisi sakit.

Menurut National Institutes of Health (NIH), peradangan yang terjadi saat infeksi juga memengaruhi hormon pengatur nafsu makan seperti leptin dan ghrelin. Ketidakseimbangan hormon tersebut membuat tubuh lebih fokus pada proses pemulihan dibanding aktivitas pencernaan.

Selain faktor biologis, beberapa gejala penyakit turut memengaruhi pola makan. Demam, mual, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, hingga gangguan penciuman dapat membuat makanan terasa kurang menarik. Pada kasus flu atau covid-19, hilangnya kemampuan mencium aroma makanan sering menyebabkan penurunan nafsu makan yang cukup drastis.

Meski demikian, para ahli menilai penurunan nafsu makan dalam jangka pendek sebenarnya merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh. Energi tubuh dialihkan untuk mendukung kerja sistem imun melawan infeksi. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa pembatasan makan sementara dapat membantu tubuh mengatur respons inflamasi tertentu.

Namun, kondisi tersebut tetap perlu diperhatikan, terutama jika berlangsung lama. Kekurangan asupan nutrisi dapat memperlambat proses pemulihan dan menyebabkan tubuh menjadi lemah. Pada anak-anak, lansia, atau pasien dengan penyakit kronis, hilangnya nafsu makan berkepanjangan berisiko memicu dehidrasi dan kekurangan gizi.

Dokter biasanya menyarankan pasien tetap memenuhi kebutuhan cairan dan mengonsumsi makanan ringan yang mudah dicerna. Sup hangat, buah, makanan tinggi protein, dan minuman elektrolit sering dianjurkan untuk membantu menjaga energi selama masa pemulihan.

Mayo Clinic menyebut hilangnya nafsu makan yang berlangsung lebih dari beberapa hari atau disertai penurunan berat badan signifikan sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga medis. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda gangguan kesehatan yang lebih serius. Meski umum terjadi, hilangnya nafsu makan saat sakit ternyata merupakan bagian dari cara tubuh bekerja melawan penyakit. Respons alami ini menunjukkan bahwa sistem imun sedang aktif membantu proses penyembuhan dari dalam tubuh. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *