
SEJUMLAH kecil warga Palestina melaksanakan shalat Iduladha di Masjid Ibrahimi, Hebron, Tepi Barat yang dijajah Israel, Rabu (27/5).
Tentara penjajah Israel menutup gerbang masjid dan memeriksa jamaah di pintu masuk, memaksa beberapa orang untuk pergi ke masjid lain setelah tertunda masuk, kata koresponden Anadolu. Pasukan penjajah Israel juga menembakkan granat kejut di dekat masjid, menyebabkan kepanikan di antara sekitar 300 orang jamaah.
“Iduladha adalah hari raya terbesar bagi umat Muslim, tetapi pasukan pendudukan menutup gerbang Masjid Ibrahimi dan menembakkan granat kejut ke arah jamaah,” kata Gubernur Hebron Khaled Dudin kepada Anadolu.
Dudin mengatakan jumlah jamaah tidak melebihi 30 persen dari jumlah biasanya, dan menggambarkan situasi tersebut sebagai “teror keagamaan” di dalam masjid.
“Adalah tugas kita untuk tetap teguh, tangguh, dan hadir di Masjid Ibrahimi untuk melindungi bangunan Islam bersejarah berusia lebih dari 4.000 tahun ini,” ujarnya.
Masjid tersebut terletak di Kota Tua Hebron, yang berada di bawah kendali penuh penjajah Israel, tempat sekitar 400 warga penjajah Israel tinggal di bawah perlindungan sekitar 1.500 tentara penjajah Israel.
Pada 1994, penjajah Israel membagi 63% wilayah masjid untukida warga Yahudi dan 37 persennya untuk Muslim, setelah pembantaian yang dilakukan seorang pemukim Yahudi yang menewaskan 29 jamaah Palestina.
Masjid tersebut dulunya sepenuhnya terbuka untuk umat Muslim selama acara keagamaan tertentu, termasuk Idul Fitri dan Iduladha, tetapi aksesnya semakin dibatasi dalam beberapa tahun terakhir.
Sejak perang genosida penjajah Israel di Gaza pada Oktober 2023, Tepi Barat telah menyaksikan peningkatan serangan oleh tentara dan pemukim ilegal.
Tentara penjajah Israel telah membunuh sekitar 1.200 warga Palestina, melukai lebih dari 12.600 lainnya, dan menyebabkan 33.000 pengungsi di Tepi Barat, menurut angka yang diterbitkan oleh kantor media pemerintah Palestina.
Di Kota Betlehem, Tepi Barat bagian selatan, warga Palestina melaksanakan salat Iduladha di Lapangan Manger di pusat kota. Mufti Betlehem, Sheikh Abdul Majid Amarna, mengatakan kepada Anadolu di sela-sela shalat bahwa “pesan Iduladha tahun ini adalah bahwa bangsa ini tidak dapat dicerabut atau dikendalikan meskipun ada upaya dari musuh-musuhnya.” (Ant/P-3)
“Rakyat Palestina telah melakukan pengorbanan besar dan akan tetap teguh meskipun ada kebijakan pembatasan dan pengepungan,” katanya.
Tahun ini, warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza masih merayakan Iduladha di bawah tekanan perang, blokade, dan eskalasi militer Israel. (Ant/P-3)
